Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Investigasi

Dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum dosen di UIN Walisongo Semarang viral di media sosial dan saat ini masih diselidiki.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
BERIKAN KETERANGAN - Tim PSGA dan PPKS UIN Walisongo Semarang memberikan keterangan terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen yang sedang ramai di media sosial, Jumat (8/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum dosen di UIN Walisongo Semarang viral di media sosial setelah sejumlah unggahan anonim muncul melalui akun Instagram @pesan_uinws.

Unggahan tersebut berisi dugaan perilaku tidak pantas seorang dosen terhadap mahasiswi. Mulai dari permintaan foto hingga percakapan yang dinilai mengarah pada pelecehan seksual.

Kasus itu memicu respons luas dari mahasiswa dan warganet.

Menanggapi viralnya kasus tersebut, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang, Dr Kurnia Muhajarah menegaskan pihak kampus bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) berkomitmen mengawal penanganan kasus hingga tuntas.

Baca juga: Viral Kelakuan Bejat Guru SMP di Wonogiri, Lecehkan Siswi saat Pemberangkatan Study Tour

Kronologi Haerul Anggota BPK Tewas Terbakar, Korban Berada di Ruang Kerja Lantai 4 Rumahnya

“Kami dari PSGA bersama Satgas PPKS berkomitmen mendampingi kasus ini hingga akhir,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Dia mengatakan, langkah awal yang dilakukan kampus adalah membentuk tim investigasi yang melibatkan PSGA, Satgas PPKS, dan tim etik kampus.

“Secara prosedural kami membentuk tim investigasi yang terdiri dari PSGA, Satgas PPKS, dan tim etik kampus."

"Saat ini kami sedang melakukan investigasi terkait laporan yang muncul di media sosial dan akun Pesan UIN WS,” jelasnya.

Menurutnya, tim investigasi akan menyusun kronologi kejadian beserta rekomendasi penanganan sebelum dilaporkan kepada pimpinan kampus untuk ditindaklanjuti melalui komite etik.

“Hasil investigasi akan kami tulis secara kronologis beserta rekomendasi. Setelah itu akan kami laporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti melalui komite etik,” katanya.

Kurnia menambahkan, kampus juga membuka hotline pengaduan selama 24 jam untuk menjangkau korban maupun saksi.

“Kami punya beberapa rencana untuk me-reach out korban atau saksi korban."

"Aduan masyarakat dari Pesan UIN WS adalah salah satu laporan, tetapi kami juga menginvestigasi kemungkinan adanya bukti lain melalui mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan. Kami membuka hotline 24 jam,” ujarnya.

Pihaknya meminta masyarakat memberikan ruang kepada tim investigasi untuk bekerja dan tetap mengedepankan asas kehati-hatian.

“Silakan ketika ada informasi baru disampaikan kepada kami. Terkait terduga, kami belum bisa langsung masuk lebih jauh karena investigasi masih berjalan dan korban juga masih kami telusuri,” katanya.

Baca juga: Bukti Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Dijual Pacar Korban Seharga Rp220 Juta

Ngadiono Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Warga Pati Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved