Agus Nilai Tepat Pengoperasian Terminal Baru Ahmad Yani Sebelum Lebaran
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso menilai tepat pengoperasian terminal baru Ahmad Yani
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso menilai tepat pengoperasian terminal baru Ahmad Yani Semarang sebelum lebaran.
Agus sapaan akrabnya mengatakan biasanya destinasi mudik berada Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya.
Oleh karena itu pihaknya mengadakan monitoring di wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang.
"Semarang ini puncak arus balik terjadi pada H+4. Saat puncak arus balik dalam sehari terdapat sekitar 19.500 penumpang, dan 150 pesawat," ujarnya saat monitoring arus balik di Bandara Ahmad Yani Semarang, Jumat (21/6/2018).
Menurutnya jumlah penumpang pada arus balik merupakan kenaikan angka yang cukup signifikan.
Hal ini dibuktikan tahun 2017 jumlah pergerakan pesawat di hari puncak berkisar 105 pesawat terbang, dan tahun 2018 jumlah penumpang naik 25 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
"Ini merupakan angka yang luar biasa. Secara nasional kenaikan hanya 10 persen. Tapi disini mengantarkan 25 persen lebih dari tahun lalu," jelasnya.
Dikatakannya, hal tersebut harus dicatat karena adanya perbaikan infrastruktur penerbangan dampaknya signifikan yaitu naiknya jumlah penumpang. Peresmian terminal bandara Ahmad Yani yang dilakukan Presiden Joko Widodo sebelum lebaran sangatlah tepat.
"Jika tidak betapa umpel-umpelannya di terminal lama. Karena naiknya penumpang 25 persen dibandingkan tahun lalu, dan pergerakan pesawat naik 30 persen dibandingkan tahun lalu," jelasnya.
Menurut dia, naiknya animo masyarakat untuk mudik, dan pulang kembali bisa dilayani dengan adanya terminal baru seperti di bandara Ahmad Yani.
Hal ini seperti dikatakan Presiden Joko Widodo bahwa yang menjadi inti pertumbuhan ekonomi dimulai dari pertumbuhan infrastruktur.
"Kita tahu infrastruktur yang telah dibangun bandara-bandara mulai dari pinggiran sesuai nawacita Jokowi yang ketiga membangun dari pinggiran. Tetapi tidak boleh dilupakan nawacita ketujuh menciptakan kemandirian ekonomi dengan cara menumbuhkembangkan sub sektor yang punya potensi pengembangan wilayah. Airport salah satu pintu gerbang pengembangan wilayah," jelasnya.
Agus mengatakan banyak bandara di ibu kota provinsi yang telah diperbaiki, dan dibangun.
Oleh karena itu selaku penyelenggara maupun otorit transportasi udara untuk dapat mendorong masyarakat maupun BUMN untuk dapat mengembangkan.
"Begitu juga peran aktif swasta untuk mendorong agar pertumbuhan wilayah dapat berkembang, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menumbuhkan wilayahnya masing-masing," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-bandara-ahmad-yani-semarang_20180622_203503.jpg)