Tekanan Terhadap Rupiah Bikin ISHG Kian Terpuruk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan (26/6) ditutup pada level 5.825 turun 33,43 poin atau sebesar 0,57 persen.

Tekanan Terhadap Rupiah Bikin ISHG Kian Terpuruk
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,57 persen ke level Rp 14.036 per dollar AS. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan (26/6) ditutup pada level 5.825 turun 33,43 poin atau sebesar 0,57 persen.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, penurunan indeks hari ini lebih disebabkan konsolidasi, di tengah tekanan rupiah.

Sekadar informasi, rupiah pada perdagangan kemarin melemah 0,14 persen ke level Rp 14.179 per dollar AS.

"IHSG konsolidasi, di tengah tekanan rupiah terhadap dollar Amerika dan minim sentimen, serta pengaruh pergerakan pasar global," kata William.

Untuk pergerakan Selasa (27/6) hari ini, William menilai, IHSG memiliki potensi menguat karena pola gerak yang ditunjukkan masih rentang konsolidasi wajar dengan potensi support level yang akan diuji.

"Peluang untuk dipertahankannya support masih terlihat cukup besar dikarenakan dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend. Peluang untuk dapat naik kembali terbuka cukup besar," kata William yang memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang 5.779-5.998.

Di sisi lain, meski hari ini merupakan hari libur nasional, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan tidak meliburkan perdagangan saham. Keputusan tersebut diumumkan oleh BEI melalui surat Pengumuman Operasional BEI pada 27 Juni 2018, No Peng-00504/BEI.OPP/06-2018.

"Bursa menginformasikan bahwa tanggal 27 Juni 2018 bursa tetap beroperasi secara normal dan pada tanggal tersebut dinyatakan sebagai hari bursa," demikian bunyi surat seperti dilansir Kompas.com, Senin (25/6) kemarin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Keputusan Presiden yang mengatur pada Rabu, 27 Juni 2018, sebagai hari libur nasional. Libur nasional itu diterapkan karena adanya pemungutan suara pemilihan kepala daerah serentak 2018.

"Keppres soal libur nasional tanggal 27 Juni sudah ditandatangani Presiden," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo. Ada 171 daerah yang akan berpartisipasi. Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan pilkada. (Kontan/Kompas.com)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved