PPDB Online

Wiharto: Calon Siswa PPDB Online SMA/SMK Wajib Bawa Legalisir Akta Kelahiran

Kepala SMAN 3 Semarang, Wiharto, mengatakan, dua syarat penting yang harus dipenuhi calon siswa yang mengikuti PPDB online SMA/SMK.

Wiharto: Calon Siswa PPDB Online SMA/SMK Wajib Bawa Legalisir Akta Kelahiran
tribunjateng/deni setiawan
Kepala SMAN 3 Semarang, Wiharto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala SMA Negeri 3 Semarang, Wiharto, mengatakan, ada dua syarat penting yang harus dipenuhi calon siswa yang mengikuti PPDB online tingkat SMA/SMK.

Dua syarat yang dimaksud adalah fotokopi berlegalisir ijazah SMP dan akta kelahiran.

"Pertama, syarat kelengkapan administrasi berupa fotokopi berlegalisir untuk diserahkan pada saat verifikasi berkas. Di antaranya, ijazah SMP sederajat atau surat keterangan. Lalu, akta kelahiran, dimana batasan usia maksimal 21 tahun pada awal tahun pelajaran," jelas Wiharto, Sabtu (30/6).

Selain itu, calon siswa diminta membawa kartu keluarga (KK) yang dihitung, minimal sudah enam bulan menetap di wilayah tersebut sebelum mendaftar sekolah.

"Bagi yang menggunakan SKTM (surat keterangan tidak mampu), harus dilegalisir lurah atau kepala desa, dan diketahui camat setempat. Bisa juga menggunakan KIP (Kartu Indonesia Pintar) maupun Kartu Miskin yang diterbitkan pemerintah daerah. Selain berkas terlegalisir, pendaftar juga harus bisa menunjukkan berkas asli saat verifikasi," imbuh dia.

Sementara, bagi pendaftar yang memiliki prestasi, imbuh Wiharto, diwajibkan melampirkan bukti prestasi, baik bentuk fotokopi maupun asli. Lalu, bagi anak guru di sekolah setempat, diwajibkan menyerahkan surat keterangan yang diterbitkan oleh sekolah.

"Itu beberapa syarat calon peserta PPDB SMA negeri. Untuk yang di tingkat SMK negeri juga sama. Hanya, ditambah syarat menyerahkan juga surat keterangan sehat dari dokter yang berada di rumah sakit maupun instansi kesehatan lainnya milik pemerintah," ucapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Provinsi Jawa Tengah Sulistyo mengatakan, setelah mendaftar secara daring, peserta harus mencegah bukti pendaftaran. Berikutnya, diserahkan bersama berkas yang disyaratkan ke sekolah yang dituju.

"Berkas-berkas tersebut digunakan untuk proses verifikasi berkas atau data yang dilakukan setiap sekolah. Setelah itu, calon peserta tinggal menunggu hasil pengesahannya dan jangan lupa meminta bukti pendaftaran dari panitia di sekolah setempat," ucapnya. (tribunjateng/cetak/dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved