Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

12 Desa di Cilacap Dilanda Kekeringan, BMKG Ingatkan Puncak Musim Kemarau Agustus

BPBD Kabupaten Cilacap sibuk mendistribusikan bantuan air bersih ke masyarakat di desa-desa yang dilanda kekeringan

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Istimewa
Distribusi air bersih di desa terdampak kekeringan di Cilacap. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Dampak kekeringan musim kemarau di Kabupaten Cilacap terus meluas. Jumlah desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih bertambah.

BPBD Kabupaten Cilacap sibuk mendistribusikan bantuan air bersih ke masyarakat di desa-desa yang dilanda kekeringan.

Hingga Senin (2/7) kemarin, BPBD Cilacap telah mendistribusikan 25 tangki air bersih ke 12 desa di tiga kecamatan di Cilacap. Desa-desa tersebut telah dilanda kekeringan hingga mengalami krisis air bersih. Distribusi juga dilakukan oleh PDAM dan PMI Cilacap.

"Sesuai prediksi BMKG, puncak Kemarau bulan Juli sampai Agustus. BPBD siap siaga untuk langkah darurat penanganan air bersih,"kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap Martono

Sebanyak 25 tangki air bersih itu antara lain didistribusikan ke 2.263 Kepala Keluarga (KK) atau 8.510 jiwa di 8 Desa di 3 Kecamatan.

Sebanyak 6 tangki didistribusikan ke Desa Binangun Kecamatan Bantarsari,
4 tangki di Desa Bringkeng, 4 tangki di Desa Ujungmanik, 3 tangki di Desa Bojong, 2 tangki di Desa Grugu, 2 tangki di Desa Sidaurip, dan 2 tangki Desa Kubangkangkung Kecamatan Kawunganten. Serta 2 tangki di desa Patimuan Kecamatan Patimuan.

Hasil pengukuran curah hujan bulan Juni 2018 oleh Stasiun Meteorologi Cilacap menunjukkan, intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Cilacap semakin berkurang dibanding bulan Mei 2018 lalu.

Sebagian besar curah hujan di kecamatan-kecamatan di Cilacap di bawah 50 mm/ bulan, kecuali di Kecamatan Kampung Laut , Patimuan, Jeruk legi, Cipari dan Sidareja dengan besaran curah hujan masing-masing 73 mm, 60 mm, 71 mm, 64 mm dan 57 mm.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, kecenderungan tersebut menunjukan semua wilayah di Cilacap telah memasuki musim kemarau.

Prakiraan curah hujan di Cilacap untuk bulan Juli 2018 adalah antara 20 - 50 mm/ bulan. Adapun prakiraan sifat hujan untuk bulan Juli 2018 adalah normal hingga bawah normal.

Sebagian besar wilayah Cilacap diprakirakan memiliki sifat hujan di bawah normal, sehingga perlu antisipasi lebih dini.

"Puncak musim kemarau diprakirakan bulan Agustus 2018," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved