Pilkada 2018

Pilgub Jateng 2018, Partisipasi Pemilih Kota Semarang Mencapai 72,80 Persen

Pilgub Jateng 2018, Partisipasi Pemilih Kota Semarang Mencapai 72,80 Persen. Capaian ini merupakan rekor dibanding Pemilu sebelumnya

Pilgub Jateng 2018, Partisipasi Pemilih Kota Semarang Mencapai 72,80 Persen
tribunjateng/m zainal arifin
REKAP - Saksi salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng menandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara usai rapat pleno di Balai Kota Semarang, Kamis (5/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah di ruang pertemuan lantai 8 Gedung Moch Ihsan, Balai Kota Semarang, Kamis (5/7/2018).

Dari 177 Kelurahan dan 16 Kecamatan yang ada di Kota Semarang, diketahui partisipasi pemilih pada Pilgub Jawa Tengah yang lalu mencapai 811.505 pemilih atau 72,80 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 1.114.643 pemilih.

"Partisipasi pemilih dalam Pilgub 2018 ini memecahkan rekor yang sampai 72,80 persen," kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono, usai rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilgub Jateng 2018.

Henry menuturkan, dari jumlah pemilih yang menyalurkan hak pilihnya itu terdiri dari suara sah 786.656 suara dan tidak sah 24.849 suara.

"Hasilnya, suara yang diperoleh pasangan calon nomor 1 memperoleh sebanyak 557.289 suara. Sedangkan pasangan nomer urut dua memperoleh 229.367 suara," paparnya.

Menurut Henry, partisipasi pemilih pada Pilgub Jawa Tengah 2018 ini paling tinggi dibanding pemilihan sebelumnya. Pada Pilgub 2008, partisipasi pemilih hanya mencapai 62 persen dan Pilgub 2013 lalu hanya mencapai 61 persen.

"Bahkan partisipasi pemilih pada Pilwakot Semarang pada 2015 lalu hanya mencapai 65,43 persen," ungkapnya.

Tingginya partisipasi pemilih pada Pilgub 2018, lanjut Henry, disebabkan beberapa faktor. Ia menyebutkan, karena semangat masyarakat yang ingin memberikan suaranya kepada pasangan calon yang ingin dipilih. Bahkan, warga dari luar kota sekalipun. Hal itu tercermin dari permintaan formulir A5 yang rata-rata tiap hari mencapai 200 orang.

"Kemudian sosialisasi secara masif yang kami lakukan, baik melalui media, di kecamatan, kelurahan, dan lembaga-lembaga lain yang menggelar acara dengan mendatangkan kami sebagai pembicara," terangnya.

Ditambahkan, sesuai peraturan KPU dan Perundang-Undangan, pihaknya juga memasang alat peraga kampanye baik spanduk, baliho, maupun umbul-umbul yang cukup banyak di ruang publik. Sehingga masyarakat tertarik datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Serta adanya gerakan rekam EKTP yang dilakukan KPU dengan Dispendukcapil hasilnya ternyata sangat baik. Dalam 10 hari bisa merekam hingga 5.900 pemilih.

"Menurut saya, juga karena para pemilih ini melakukan persiapan untuk pemilu 2019. Jadi pemilu ini barangkali latihan pemanasan dan sekaligus untuk mempersiapkan diri untuk pemilu 2019," ucapnya.

Usai digelar rapat pleno di tingkat Kota Semarang, seluruh surat suara dan kotak suara langsung dikirim ke KPU Jawa Tengah untuk dilakukan rekapitulasi tingkat Provinsi. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved