PPDB Online

Ada 15 SD Negeri Kekurangan Siswa, Anang Minta Disdik Pertimbangkan Penggabungan

Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo meminta sekolah yang kekurangan siswa harus berupaya meningkatkan mutu sekolahan.

Ada 15 SD Negeri Kekurangan Siswa, Anang Minta Disdik Pertimbangkan Penggabungan
TRIBUNJATENG/DOK
ILUSTRASI SISWA SD. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah negeri di Kota Semarang telah selesai. Dari proses tersebut, terdapat 15 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Semarang yang kekurangan siswa karena sepi pendaftar.

Terkait hal itu, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo meminta sekolah yang kekurangan siswa harus berupaya meningkatkan mutu sekolahan. Sebab, jika ada sekolah yang tidak berkualitas, maka akan tergilas dan terlibas zaman.

"Sepinya siswa pada suatu sekolah saat masa PPDB itu memang karena faktor geografis dan demografis. Sehingga jika kualitasnya tidak bagus, bisa dipastikan kekurangan calon siswa," kata Anang, Jumat (6/7/2018).

Menurutnya, kondisi sepinya calon siswa yang mendaftar akan selalu terjadi tiap tahunnya. Jika kualitas sekolah tersebut tidak ditingkatkan, bisa jadi akan ditinggalkan dan calon siswa memilih sekolah lain yang dalam satu zona.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang agar menyiapkan rencana regrouping atau penggabungan. Hanya saja, pelaksanaan regrouping tersebut harus dilakukan secara selektif.

"Ya harus dilakukan regrouping tapi melalui pengkajian yang mendalam dan komprehensif. Di samping itu, Disdik harus lebih selektif dalam pemberian izin pendirian sekolah baru," jelas politisi Golkar itu.

Kendati demikian, lanjutnya, regrouping bukanlah solusi satu-satunya. Mestinya, regrouping tersebut menjadi solusi terakhir karena akan berdampak jarak antar sekolah dengan rumah siswa menjadi jauh.

"Dampaknya itu yang harus dipertimbangkan. Karena keberadaan sekolah khususnya SD itu sudah disesuaikan dengan kapasitas dan potensi siswa di suatu wilayah. Selain itu juga mempertimbangkan faktor kedekatan," paparnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved