Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bagi Orang Luar Hamparan Tanaman Berselimut Es di Dieng Tampak Indah, Tapi Petani justru Menangis

Embun pagi yang menempel di hamparan tanaman dan rerumputan hijau berubah mengkristal, memutih bak salju di negeri empat musim

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Embun beku lapisi tanaman pertanian warga di dataran tinggi Dieng. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kemunculan embun es (bun upas) di dataran tinggi Dieng menarik perhatian publik. Bagi masyarakat luar Dieng, fenomena langka itu melahirkan pemandangan yang menakjubkan.

Embun pagi yang menempel di hamparan tanaman dan rerumputan hijau berubah mengkristal, memutih bak salju di negeri empat musim.

Tetapi bagi masyarakat lokal Dieng, fenomema alam itu justru melahirkan kecemasan, terutama petani.

Di balik kecantikannya, bun upas adalah racun yang mematikan bagi petani.

Kemunculan bun upas di dataran tinggi Dieng kemarin, Jumat (7/7), menyisakan duka bagi para petani Dieng.

Sedikitnya 10 hektar lahan pertanian warga Dieng terkena embun beku. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Batur Banjarnegara Agus Rifai mengatakan, 10 hektar yang terdampak embun beku itu baru di wilayah Dusun Pawuhan Desa Karang Tengah Batur.

Tanaman pertanian di desa Sembungan Kejajar Wonosobo terkena embun beku.
Tanaman pertanian di desa Sembungan Kejajar Wonosobo terkena embun beku. (Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki)

Di lokasi lain, embun beku juga mengenai sejumlah lahan pertanian di sekitar kompleks candi Arjuna Dieng.

Sejumlah lahan pertanian juga dilaporkan terkena embun beku di Desa Sembungan, Kejajar Wonosobo, atau komplek bukit Sikunir Dieng.

"10 hektar itu di Pawuhan, ada lagi di dekat candi Arjuna juga kena,"katanya

Kebanyakan tanaman pertanian yang diselimuti embun es berjenis kentang, cabe dan carica.

Menurut Agus, tidak semua lahan pertanian di Dieng yang diselimuti embun es. Dia mengamati, bun upas hanya menyerang lahan pertanian yang berada di permukaan tanah datar, atau berbentuk hamparan.

Adapun tanaman petani yang ditanam di lahan miring justru relatif aman. Tetapi Agus tak mengetahui musabab bun upas hanya mengenai lahan datar.

"Yang kena itu yang lahan datar, seperti di Pawuhan dan komplek candi Arjuna. Yang di tanah miring malah gak kena,"katanya

Akibat terkena embun beku, tanaman petani yang kebanyakan kentang di Dieng terancam layu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved