Kisah Perjuangan Khonjin, Anak Petani yang Akhirnya Bisa Kuliah
Muhammad Khonjin, atau biasa dipanggil Khonjin (21) merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Muhammad Khonjin (21), atau biasa dipanggil Khonjin merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang asal Pati, Jawa Tengah.
Khonjin dikenal sebagai mahasiswa yang kreatif. Khonjin terlahir dari keluarga yang sangat sederhana.
Bapak dan ibunya bekerja sebagai seorang petani.
Meski pun begitu, Khonjin tidak minder dengan teman-temanya.
Pemuda asal Pati itu merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dan hanya dia yang beruntung bisa melanjutkan pendidikan sampai di bangku perkuliahan.
Ini semua tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan dan keuletan yang dia miliki.
Awal dia menginjakan kaki di Semarang hanya bermodalkan uang hasil merantau di Malang.
Sebelum dia pergi ke Semarang dia sempat bekerja selama satu bulan dua puluh hari.
Khonjin bekerja di toko pakaian.
Bahkan Khonjin harus berbesar hati untuk tidak merayakan Idul Fitri bersama keluarganya di Pati demi mendapatkan uang saku untuk pergi ke Semarang.
Khonjin membiayai semua keperluannya sendiri di kota orang. Sejak semester satu hingga sekarang menginjak semester tujuh.
Dia hanya sekali dibiayai oleh orang tuanya.
Hanya untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) waktu semester satu.
Dia membiyai semua kebutuhan dan keperluannya dengan cara bekerja. Mulai dari jualan bubur hingga menjadi seorang youtuber.
Khonjin berjualan bubur di Segaran, Ngaliyan, Semarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/khonjin-mahasiswa-anak-petani_20180708_223013.jpg)