PPDB Online

Punya Empat Mobil Tapi Daftarkan Anaknya Pakai SKTM Akhirnya . . .

Seorang siswa harus didiskualifikasi pendaftarannya di SMA Negeri 1 Mayong lantaran menggunakan SKTM yang tidak sesuai kenyataan.

Punya Empat Mobil Tapi Daftarkan Anaknya Pakai SKTM Akhirnya . . .
TRIBUNJATENG/net
Jadwal PPDB Online SMK Negeri di Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Seorang siswa harus didiskualifikasi pendaftarannya di SMA Negeri 1 Mayong lantaran menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang tidak sesuai kenyataan.

Kepala SMA Negeri 1 Mayong Ngaripah mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melakukan kunjungan ke setiap siswa yang mendaftar menggunakan SKTM. Yang bertugas melakukan peninjauan ke kediaman siswa yakni tim validasi yang sebelumnya telah dibentuk oleh pihaknya.

“Sebelumnya kami telah tinjau setiap siswa yang mendaftar menggunakan SKTM pada Minggu 8 Juli 2018,” kata Ngaripah kepada Tribun Jateng, Selasa (10/7/2018).

Dia berujar, dari hasil kerja tim akhirnya menggugurkan lima siswa dari 44 siswa yang mendaftar menggunakan SKTM.

“Lima siswa yang dicoret itu karena tidak sesuai. Ada yang punya mobil empat juga. Mereka yang tidak sesuai akan otomatis dicoret sistem,” kata Ngaripah.

Untuk menentukan kelayakan siswa yang mendaftar menggunakan SKTM, kata Ngaripah, ada sembilan poin yang menjadi acuannya. Di antaranya beban tanggungan anggota keluarga, penghasilan orangtua, dan kepemilikan.

“Selain mendatangi rumah siswa, tim juga mendatangi tetangga. Kondisi rumah juga difoto untuk laporan PPDB Online Provinsi,” katanya.

Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jepara, Udik Agus berujar, standar tidak mampu yang ditentukan sekolah berdasarkan kesepakatan kepala sekolah, bukan mengacu pada standar tidak mampu yang ditentukan oleh bdan pusat statistik.

“Kami gunakan standar tidak mampu secara global. Misalnya dilihat dari sisi kelayakan, kemudian perhitungan penghasilan dan pengeluaran. Selain itu kepemilikan dan tanggungan hidup , dan kondisi kesehatan,” kata Udik.

Pria yang menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Jepara ini melanjutkan, seluruh orangtua calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM sebelumnya telah diberi penjelasan. Jika SKTM tidak sesuai pada kenyataannya, maka akan dicoret.

Di Jepara sendiri ada 9 siswa yang harus dicoret karena menggunakan SKTM tidak sesuai. Selain lima siswa di SMA Negeri 1 Mayong yaitu dua siswa di SMA Negeri 1 Welahan, dan dua siswa SMA Negeri 1 Kembang. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved