Sudah 21 Desa Tangguh Bencana Terbentuk di Banjarnegara, Ini perannya
Keberadaan desa tangguh bencana (destana) di Banjarnegara tak diragukan lagi kiprahnya dalam membantu upaya penanganan bencana.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Keberadaan desa tangguh bencana (destana) di Banjarnegara tak diragukan lagi kiprahnya dalam membantu upaya penanganan bencana.
Sebagian besar wilayah Banjarnegara, atau sekitar 75 persen merupakan zona rawan pergerakan tanah. Kebanyakan daerah rawan ini berada di area pegunungan yang jauh dari pusat kota.
Kondisi ini tentu menyulitkan percepatan penanganan oleh petugas BPBD yang berkantor di kota ketika bencana terjadi.
Karena itu, BPBD Banjarnegara terus mendorong pembentukan destana di setiap desa rawan bencana.
"Tahun ini targer bentuk 10 destana yang dari APBD Kabupaten,"kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arif Rahman
Tahun 2018 ini, pihaknya mentarget pembentukan 10 destana di Kabupaten Banjarnegara.

Beberapa waktu lalu, BPBD telah meresmikan pembentukan destana di Desa Sirongge, kecamatan Pandanarum.
Pembentukan Destana juga akan dilaksanakan di 9 desa lainnya meliputi, desa Plorengan Kecamatan Kalibening, Desa Bantar Kecamatan Wanayasa, Desa Sampang Kecamatan Karangkobar, Desa Ratamba Kecamatan Pejawaran.
Kemudian Desa Pasurenan Kecamatan Batur, Desa Pakelen Kecamatan Madukara, Desa Sipedang Kecamatan Banjarmangu, Desa Sawal Kecamatan Sigaluh dan Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan.
Pembentukan organisasi relawan ini bukan hanya bersumber dari APBD Banjarnegara.
Sejumlah desa secara mandiri membentuk destana di desanya melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Pemkab memang mendorong setiap desa rawan bencana agar secara mandiri memerhatikan upaya pengurangan risiko bencana di wilayahnya masing-masing.
Mereka dapat mengalokasikan anggaran untuk kegiatan itu melalui ADD, tanpa harus bergantung bantuan APBD yang tak jelas turunnya kapan.
Kini, telah terbentuk 21 destana di 21 desa rawan bencana longsor di Banjarnegara. Dari jumlah itu, 8 destana di antaranya terbentuk melalui ADD.
Jumlah destana akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan upaya pengurangan risiko bencana.
Kecuali desa-desa tersebut, masih ada sekitar 175 desa rawan longsor lain di Banjarnegara yang diharapkan terbentuk destana di desa masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anggota-destana-banjarnegara-dalam-kegiatan-kebencanaan_20180712_135831.jpg)