Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

HEBAT, Robot Sepak Bola Karya Mahasiswa Unissula Juarai Kontes Robot Indonesia

HEBAT, Robot Sepak Bola Karya Mahasiswa Unissula Juarai Kontes Robot Indonesia yang digelar di UMY

Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
tribunjateng/hermawan endra
JUARA ROBOT - Tim URT ROSO Unissula memperlihatkan robot yang berhasil menjuarai Kontes robot Indonesia 10-13 Juli 2018 di Universitas Muhamadiyah Yogyakarta kategori KRPAI. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Raut kegembiraan terlihat dari wajah tujuh mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Mereka baru saja menjuarai kontes robot Indonesia.

Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Indrajit Pratama, Aji Prayitno, Ari Setiawan, La Ode M Idris, Ardiansyah Hanif, Eka Kulana Pambudi, Junido Ardalli, Arinan Najah, Danang H, dan Susilo.

Kontes robot Indonesia tahun ini berlangsung 10-13 Juli 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Jumlah peserta 91 tim dari berbagai kampus yang ada di Indonesia.

Kontes Robot Indonesia memperlombakan lima kategori antara lain Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) humanoit dan beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

Unissula ikut di dua kategori yaitu KRPAI dengan nama tim URT ROSO singkatan dari Unissula Robotik Team Robot Soccer. Serta dikategori KRPAI yang diwakilkan oleh D'Ave Cenna 2.8.

URT ROSO sukses menyabet juara satu sedangkan D'Ave Cenna 2.8 harus puas hanya masuk lima besar.

Mewakili tim Eka Kulana Pambudi mengaku bangga. Sebagai tim non unggulan Unissula mampu mengharumkan nama Jawa Tengah di kancah Nasional.

"Kami URT ROSO tidak diunggulkan. Pada level regional kalah di delapan besar karena gangguan koneksi internet. Tapi karena KRPAI otomatis hanya diikuti tiga tim kami tetap diundang ke tingkat nasional," imbuhnya.

Kondisi berbeda dialami D'Ave Cenna 2.8, yang dilevel regional April 2018 kemarin sukses menjadi juara satu. Namun di level nasional tim yang dianggotakan Indrajit Pratama, Aji Prayitno, dan Ari Setiawan ini harus berada di lima besar.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu robot mencapai ratusan juta yang dibiayai oleh pihak kampus. Sedangkan persiapan nya sendiri membutuhkan waktu satu tahun.

Tim Pembimbing, Bustanul Arifin, mengatakan sekarang ini banyak tim baru bermunculan. Perguruan tinggi yang sebelumnya masih tidak tertarik dengan robotika sekarang mulai melirik bidang ini.

"Tim baru banyak muncul jadi tantangan semakin berat. Tidak hanya di Jawa tapi juga luar Jawa," katanya.

Namun sejauh ini kekuatan robotik antar kampus di Indonesia belum merata. Masih ada beberapa kampus yang mendominasi. Kondisi tersebut menurutnya mungkin karena lokasi yang mempermudah untuk mendapatkan komponen dan keterjangkauan harga.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula, DR Sri Arttini Dwi Prasetyowati mengatakan mahasiswa berprestasi ini akan mendapatkan beasiswa satu semester dan tambahan nilai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved