Lima Pejabat Eselon II Dimutasi, Wali Kota Semarang Minta Tancap Gas
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memindahkan atau memutasi beberapa jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memindahkan atau memutasi beberapa jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ada lima pejabat eselon II atau setingkat Kepala Dinas yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya di ruang pertemuan lantai 8 Gedung Moch Ihsan, Komplek Balaikota, Kamis (19/7/2018).
Kelima pejabat yang dilantik tersebut yakni Masdiana Safitri yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diabudpar) dipindah menjadi Asisten III. Kemudian, Agustin Lusin yang sebelumnya menjabat Asisten III dipindah menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Bunyamin yang sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dipindah menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggantikan pimpinan lama yang pensiun.
Posisi Kepala Disdik kemudian diisi Gunawan Saptogiri yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sementara posisi Kepala DLH selanjutnya diisi Muthohar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Dengan demikian, ada dua Dinas yang mengalami kekosongan pimpinan yaitu jabatan Kepala Disperkim dan Kepala Disbudpar.
"Saya ingin semuanya tancap gas. Saya kira tidak perlu beradaptasi lagi karena sudah paham tugas pokok masing-masing. Saya yakin semua yang dirotasi ini akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik di bidang yang baru," kata Hendi, sapaan Hendrar Prihadi.
Menurutnya, kelima pejabat yang dilantik memiliki basik yang mumpuni pada bidang yang ditangani saat ini. Ia menjelaskan, pimpinan OPD bukan untuk menguasai pekerjaan, tapi pimpinan harus memahami pekerjaan yang dikerjakan di OPD-nya.
Ia menginginkan agar para pimpinan segera membagi tugas dan memberi kepercayaan kepada staf dan anak buahnya. Pasalnya, pekerjaan yang ada di OPD tidak akan mampu dikerjakan sendiri.
"Jadi harus dibagi tugasnya dengan anak buah atau staf. Pimpinan kemudian melakukan pengecekan pekerjaan yang telah dilakukan. Harus benar-benar jadi manajer yang baik," imbuhnya.
Hendi optimistis, kelima pejabat eselon II mampu mengelola manajerial dengan baik. Pasalnya ia butuh punggawa-punggawa mumpuni untuk membawa Semarang semakin hebat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-hendrar-prihadi_20180719_211721.jpg)