Breaking News:

UNIK, Hampir Semua Warga Kampung Puspogiwang Buka Usaha Bengkel Pintu Mobil

UNIK, Hampir Semua Warga Kampung Puspogiwang Buka Usaha Bengkel Pintu Mobil. Lokasi di Jalan Puspogiwang RW 3, Gisikdrono, Semarang

tribunjateng/hesty imaniar
UNIK, Hampir Semua Warga Kampung Puspogiwang Buka Usaha Bengkel Pintu Mobil. Lokasi di Jalan Puspogiwang RW 3, Gisikdrono, Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak jauh dari bundaran Kalibanteng Semarang, tepatnya di Jalan Puspogiwang RW 3, Gisikdrono, Semarang, berdiri sebuah kampung unik. Warga sekitar menyebutnya dengan nama kampung bengkel pintu mobil.

Sesuai namanya, kampung tersebut diisi oleh warga-warganya yang banyak membuka usaha perbaikan pintu mobil. Setiap gang dapat dipastikan selalu ada penyedia jasa bengkel pintu mobil.

Bisa dilihat dari papan plang atau spanduk bertuliskan bengkel pintu mobil yang terpajang hampir di setiap rumah. Ada juga warga yang menyediakan lahan khusus untuk bengkel sehingga tidak menyatu dengan hunian tempat tinggal.

Salah satu warga yang membuka usaha bengkel pintu mobil, Sugiarto (54) menceritakan, awal mula lahirnya kampung bengkel pintu mobil dimulai tahun 1980an itu.

Saat itu, ada warga baru bernama Kasno yang akan memindahkan lokasi usaha perbaikan pintu mobil dari Bulustalan ke tempat tinggalnya yang baru. Awalnya rencana itu mendapat penolakan oleh ketua RW setempat.

Namun akhirnya mendapatkan izin dengan syarat harus merekrut warga sekitar sebagai karyawan. Permintaan itu pun disetujui oleh Kasno yang akhirnya memiliki empat anak buah, yaitu Triyono, Teguh, Sarwono, dan Bardi.

Lambat tahun, para karyawannya tersebut satu per satu membuka usaha bengkel pintu mobil sendiri dengan mengambil lokasi di rumah mereka masing-masing.

Persyaratan merekrut warga sekitar pun diikuti oleh mereka. Hingga akhirnya berkembang dan semakin banyak warga kampung Puspogiwang RW 3, Gisikdrono yang menggeluti profesi ini.

Kampung bengkel pintu mobil Puspogiwang saat ini dikelola oleh paguyuban Puspajaya. Ketuanya bernama Joko dari bengkel Kasno, orang yang dulu pertama kali membuka usaha di lokasi tersebut.

Rencananya tengah diusulkan perubahan nama menjadi kampung Lawang. Sebab dipandang lebih menjual dan menyamai nama Lawang Sewu sebagai icon kota Semarang.

Sugiarto mulai membuka usaha perbaikan pintu mobil 1992 dengan nama bengkel Giox. Bahkan dulu ia bisa memiliki delapan cabang di berbagai kota antara lain Solo, Jogja Purwokerto,Tegal, Pekalongan, Kudus Wonosari, dan Semarang.

Hampir semua bengkel pintu mobil di sana menyediakan jasa yang sama, sepeti stel pintu, pasang kaca, ganti karet, central lock, remote alarm, hingga power window. Namun yang membedakan hanya kecepatan atau kerapian pengerjaan.

Konsumen datang dari berbagai daerah tidak hanya Semarang. Kampung bengkel pintu buka setiap hari mulai 07.00 sampai 17.00. Bahkan bisa 24 jam jika ada kerjaan karena memang tempat usahanya berada di rumah.

Soal harga relatif lebih murah, mulai dari Rp 50 ribu untuk stel pintu hingga ratusan ribu. Tergantung tingkat kesulitan dan jenis mobil. Biasanya mobil-mobil Amerika dan Eropa penanganannya sedikit lebih rumit. (tribunjateng/hesty imaniar)

Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved