Tanggapi Masalah Taksi Bandara Ahmad Yani Semarang, Inilah Siaran Pers Kapendam IV Diponegoro
Penerangan Kodam (Pendam) IV/Diponegoro menanggapi kabar mengenai aksi premanisme yang dialami seorang penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penerangan Kodam (Pendam) IV/Diponegoro menanggapi kabar mengenai aksi premanisme yang dialami seorang penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Sebelumnya, viral pengakuan warga bernama Nathalie yang mendapat perlakuan tak mengenakkan saat turun di bandara tersebut.
Kejadian itu ditulisnya di status Facebook, kemudian dibagikan ulang oleh netizen sehingga menjadi viral di media sosial.
Nathalie menyatakan taksi yang ditumpanginya diberhentikan sekitar 10-20 meter dari gate bandara oleh seseorang.
Orang itu membentak-bentak dia dan sopir taksi karena tidak menggunakan angkutan resmi di lingkungan Bandara Ahmad Yani.
Kapendam IV/Diponegoro, Letkol Arh Zaenudin, mengatakan Bandara Ahmad Yani sudah ditingkatkan kelasnya menjadi bandara internasional.
Bandara tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sejak 7 Juni 2018.
"Penataan dan pembangunan Bandara ini semata-mata hanya untuk memberikan pelayanan kepada publik dalam hal transportasi udara domestik maupun mancanegara," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (20/7/2018).
Inilah isi selengkapnya siaran pers tersebut:
Budaya Demokrasi dalam Pengelolaan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang
Bandara Ahmad Yani Semarang kini sudah ditingkatkan kelasnya menjadi Bandara Internasional. Bandara yang terletak di tanah milik TNI AD ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Juni 2018 lalu. Penataan dan pembangunan Bandara ini semata-mata hanya untuk memberikan pelayanan kepada publik dalam hal transportasi udara domestik maupun mancanegara.
Terkait tuntutan tersebut, maka berbagai fasilitas udara pun ditata agar dapat memberikan pelayanan yang memuaskan. Tidak hanya aspek fisik yang menjadi obyek penataan namun juga berbagai aspek non fisik lain. Semua itu tadi hanya bertujuan memberikan pelayanan yang terbaik dan paripurna bagi masyarakat.
Seperti baru-baru ini, mungkin sebagian masyarakat kita turut terhenyak tatkala viralnya postingan dari akun https://web.facebook.com/nanetz.nanetz.9/posts/655391878160237 yang cukup menarik dan inspiratif dalam mendeskripsikan aksi Premanisme di Bandara Ahmad Yani.
Beragam tanggapan pun bermunculan, tidak hanya dari masyarakat bahkan pejabat publik teramplifikasi di beberapa media main mainstream yang mengulas postingan sdr. Natalie, padahal dalam postingannya tidak menyertakan dokumentasi foto atau video yang dapat mendukung keaslian maupun keabsahan berita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/taksi-bandara-ahmad-yani_20180717_222135.jpg)