Warga Desa Windurojo, Kabupaten Pekalongan, Harus Antre Berjam-jam Untuk Dapatkan Air Bersih
"Kekeringan terjadi setelah Lebaran, karena air sudah dan sumur milik warga kering jadi kami mengantre di sumber air ini," katanya
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Beberapa orang di Dukuh Serang Desa Windurojo Kecamatan Kasesi Kabupaten Pekalongan, nampak mengantre di sebuah tempat pemandian umum yang terletak di sekitar pemukiman, Jumat (20/7/2018).
Tak hanya anak-anak, bahkan orang tua dan Manula ikut mengantre di tempat pemandian umum yang mengandalkan sumber air alami tersebut.
Selain mandi, para warga juga berbondong-bondong membawa dirigen, yang akan digunakan untuk membawa pulang air dari sumber tersebut.
Hal tersebut dilakukan karena sumur milik warga sekitar sudah kering dan tidak lagi mengelurakan air, alhasil sumber air tersebut didatangi masyarakat untul mencukupi air bersih sehari-hari.
Adapun Sugito (48) satu di antara warga Desa Windurojo, yang ikut mengantre untuk mendapatkan air bersih, terpaksa melakukan hal tersebut karena air tak lagi keluar dari sumurnya.
"Kekeringan terjadi setelah Lebaran, karena air sudah dan sumur milik warga kering jadi kami mengantre di sumber air ini," katanya.
Ia menambahkan, sedari subuh warga mengatre selain itu, masyarakat juga melakukan aktivitas lainya seperti mencuci.
"Karena banyak yang mengantre harus sabar untuk mendapatkan air, sembari menunggu air di dirigen penuh kami bergantian mandi, karena kalau tidak begitu ya tidak bisa mandi," imbuhnya.
Diketahui sekitar 550 warga tinggal di Dukuh Serang Desa Windurojo, dan hampir seluruhnya merasakan dampak kekeringan yang melanda hampir sebulan lalu.
Hermani Kepala Desa Windurojo, menerangkan setiap musim kemarau warga selalu kesulitan mencari air bersih. Dan ada sekitar 550 kepala keluarga yang mengalami kesulitan air.
"Kedalaman sumur di desa sekitar 14 meter hingga 25 meter. Saat musim kemarau hanya sumur yang memiliki kedalaman lebih dari 20 meter saja yang airnya masih keluar," terangnya.
Untuk mandi dan mencuci, dituturkan Harmani. Warga sekitar mengandalkan tiga sumber mata air yaitu blok pancuran, sumur sogo salakan, dan blok sawah sumar.
"Ketiga sumber tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari pemikiman, namun sangat membantu warga karena hanya sumber air tersebut yang masih mengelurkan air," katanya.
Masih dijelaskannya, untuk memasak serta air minum beberapa warga yang memiliki uang lebih terkadang membeli air isi ulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-desa-windurojo_20180720_155500.jpg)