Jemaah Haji

Dua Calhaj Asal Kabupaten Semarang Batal Berangkat

Kepala Kemenag Kabupaten Semarang Muhdi, mengatakan, keduanya tidak berangkat karena telah dinyatakan tidak istitha’ah

Dua Calhaj Asal Kabupaten Semarang Batal Berangkat
tribunjateng/deni setiawan
Pelepasan sekaligus pembekalan kepada para calon jamaah haji asal Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (25/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Berdasarkan perkembangan terbaru, 2 calon jemaah haji asal Kabupaten Semarang batal berangkat menjalankan ibadah di tanah suci pada musim haji tahun 2018 ini.

Kepala Kemenag Kabupaten Semarang Muhdi, mengatakan, keduanya tidak berangkat karena telah dinyatakan tidak istitha’ah, tidak bisa melunasi meskipun memiliki hak pada keberangkatan haji di tahun ini.

“Satu calon jamaah karena meninggal dunia (warga Kecamatan Ungaran Barat) dan satu lainnya karena sakit (warga Kecamatan Bergas). Sebenarnya yang berangkat adalah 656 jamaah, dipastikan hingga saat ini hanya 654 jamaah,” tutur Muhdi kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/7/2018).

Secara umum, lanjutnya, pada musim haji tahun ini, cukup banyak calon jamaah yang masuk ke dalam kategori atau kelompok jemaah berisiko tinggi (risti) dari sisi usia. Sebab, mayoritas adalah mereka berusia di atas 50 tahun.

“Meskipun risti, mereka masih masuk ke dalam istitha’ah, masih bisa berangkat, dan tidak masalah dari sisi kesehatannya. Dan meskipun ada 2 kursi yang kosong, kami tidak bisa memasukkan 2 orang baru atau dari daftar cadangan,” tuturnya.

Sebab, ucapnya, hal itu dikarenakan daftar nama jamaah telah dirilis resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada 12 Maret 2018. Sehingga ketika ada yang batal atau tidak bisa berangkat karena faktor meninggal maupun sakit, tidak bisa digantikan oleh calon jamaah lainnya.

“Itu sudah ada ketentuan atau pedomannya. Adapun masih sesuai mekanisme yang telah ditentukan, pada tahun ini seluruh jamaah yang diberangkatkan akan dibagi menjadi 3 kelompok terbang (kloter),” urainya.

Secara rinci adalah Kloter 75 sebanyak 11 orang yang akan bergabung dengan jamaah asal Kabupaten Grobogan. Kloter 76 sebanyak 355 orang ditambah 5 petugas medis. Mereka akan diberangkatkan pada 7 Agustus 2018.

Sedangkan Kloter 77 yang diberangkatkan pada 8 Agustus 2018, sebanyak 288 orang serta 5 petugas medis. Untuk berbagai persiapan telah dilakukan. Termasuk pembekalan terkait kesehatan yang menjadi perhatian khusus pada musim haji tahun ini. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved