Jemaah Haji

Jemaah Haji Semarang akan Tempati Pemondokan Sekelas Hotel Bintang Tiga

Kepala Kemenag Kabupaten Semarang Muhd: Jemaah Haji Semarang akan Tempati Pemondokan Sekelas Hotel Bintang Tiga

Jemaah Haji Semarang akan Tempati Pemondokan Sekelas Hotel Bintang Tiga
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
Pelepasan sekaligus pembekalan kepada para calon jemaah haji asal Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (25/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang Taufiqur Rahman menyampaikan, ada sedikit konsep teknis dalam pelaksanaan haji tahun ini.

“Khusus untuk gelombang II atau bagi calon jamaah haji yang berangkat melalui Kelompok Terbang (Kloter) 77, koper atau barang bawaan mereka akan terpisah. Artinya tidak menyatu dengan rombongan,” kata Taufiqur Rahman.

Kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/7/2018), dia mejelaskan, kloter kedua yang akan berangkat pada 8 Agustus 2018 tersebut bakal berangkat langsung ke Jeddah lalu lanjut ke Makkah. Untuk koper nantinya akan dikirim langsung ke lokasi pemondokan.

“Jadi tidak dalam satu bus rombongan jamaah. Koper mereka nanti langsung dibawa petugas khusus ke pemondokan. Bahkan, koper-koper tersebut sudah dimasukkan ke setiap kamar jamaah,” tuturnya.

Hal lain yang cukup mengembirakan, lanjutnya, pada musim haji tahun ini, seluruh jamaah juga akan ditempatkan di pemondokan hotel berkelas bintang III. Untuk konsumsi yang diperoleh mereka pun meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Apabila tahun lalu setiap jamaah hanya memperoleh konsumi 25 kali. Tahun ini 40 kali. Jadi seandainya setiap hari 2 kali konsumsi yakni pagi dan malam hari. Itu bisa untuk 20 hari sehingga ada jaminan terkait konsumsi yang akan mereka peroleh,” tukas Taufiq.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Muhdi menambahkan, terkait perlengkapan yang dibawa para jamaah yang akan dibawa ke dalam koper mereka masing-masing diharapkan untuk tidak berlebihan.

“Sebab, sudah ada aturannya berat maksimal koper atau barang bawaan tiap jamaah adalah 32 kilogram. Apabila lebih, terpaksa akan diturunkan atau dikurangi oleh petugas embarkasi Arab Saudi. Termasuk dalam kaitannya obat-obatan, seperlunya saja dan sudah terbungkus rapi,” pintanya.

Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, pada tahun ini total ada sekitar 654 jamaah haji asal Kabupaten Semarang yang berangkat. Mereka akan terbagi menjadi 3 kloter. Yakni Kloter 75 sebanyak 11 orang yang akan bergabung dengan jamaah asal Kabupaten Grobogan.

Kloter 76 sebanyak 355 orang ditambah 5 petugas medis dan Kloter 77 sebanyak 288 orang serta 5 petugas medis. Pemberangkatan dilaksanakan pada 7 Agustus 2018 untuk Kloter 75 dan Kloter 76. Sedangkan Kloter 77 pada 8 Agustus 2018. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved