Tiga Kecamatan di Kabupaten Tegal Alami Kekeringan
Ribuan warga di Kabupaten Tegal kesulitan air bersih sejak kekeringan melanda desa mereka dalam sebulan terakhir ini.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Ribuan warga di Kabupaten Tegal kesulitan air bersih sejak kekeringan melanda desa mereka dalam sebulan terakhir ini.
Mereka terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah. Jika kebutuhan air bersih mendesak, mereka pun harus membelinya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Tegal, M Yatim Effendi, menuturkan minimnya air bersih akibat dampak kemarau sudah dirasakan warga sejumlah desa di tiga kecamatan.
"Saat ini merupakan awal musim kemarau, namun daerah pegunungan atau dataran tinggi semisal di Kecamatan Jatinegara sudah mengalami kekeringan. Padahal, daerah tersebut pada tahun lalu tidak mengalami itu (kekeringan dan kekurangan air bersih)," kata Yatim, Kamis (26/7/2018).
Ia memprediksi kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan tahun lalu.
Selain Jatinegara, kecamatan lain yang mengalami kondisi serupa yakni Kecamatan Warureja dan Suradadi.
Berdasarkan data di BPBD, di Kecamatan Warureja, desa yang mengalami kekeringan antara lain Sigentong, Banjarturi, Banjaragung, Ranginmulya, dan Kedungkelor.
Sementara, di Suradadi yakni Desa Gembongdadi, Harjasari, Sidamulya, dan Kertasari. Desa Wotgalih, Tamansari, Lembarsari, dan Desa Lebakwangi di Kecamatan Jatinegara juga terdampak.
Untuk penanganan, BPBD sudah menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah.
Tidak hanya pihak pemerintah melalui BPBD yang ikut berpartisipasi untuk mendistribusikan air bersih.
Beberapa pihak swasta dan PMI Kabupaten Tegal juga melaksanakan droping air bersih.
"Misalnya, PMI Kabupaten Tegal telah mendroping air sebanyak 6 ribu liter di tiga kecamatan tersebut," imbuhnya.
Kendala dalam distribusi air, kata dia, yakni armada tangki pengangkut yang jumlahnya masih terbatas.
"Hanya ada satu tangki air. Itu menjadi kendala kami. Sehingga, distribusi air dilakukan ke desa- desa secara bergiliran. Daya angkut air perarmada yakni 4.000 liter," terang Yatim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/droping-air-bersih-kabupaten-tegal_20180726_184811.jpg)