Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Omzet Pedagang di International Batik Center Pekalongan Merosot Tajam

Bahkan beberapa pedagang terpaksa menutup tempat berdagangnya karena pembeli tak ada yang datang.

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
International Batik Center Pekalongan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Para pedagang di International Batik Center (IBC) keluhkan semakin sepinya pengunjung, yang membuat omset para pedang turun hingga 90 persen, Jumat (27/7/2018).

Bahkan beberapa pedagang terpaksa menutup tempat berdagangnya karena pembeli tak ada yang datang.

Dikatakan Angel Damayanti (40) satu di antar pedagang, omset tahun lalu tembus di angka Rp 10 juta perbulan, namun kini di kisaran ratusan ribu.

"Kalau sekarang sangat susah mencari pembeli, dapat Rp 1 juta saja sudah beruntung. malah sering pulang tanpa membawa uang," jelasnya.

Adapun biaya sewa yang dikeluarkan Angle untuk satu tahunnya berkisar Rp 8 juta hingga Rp 12 juta untuk lapak berukuran 3x3 meter persegi.

"Padahal setiap tahun harga sewa naik, kalau sepi terus terpaksa kami tutup karena tidak bisa mengembalikan ongkos untuk biaya sewa lapak," katanya.

Angel menambahkan, sepinya pembeli ia rasakan dari awal tahun. Dan pihaknya berharap ada pihak yang membantu agar IBC dikunjungi wisatawan untuk menghidupan kembali perekonomioan para pedagang.

"Sangat berharap ada yang mengarahkan wisatawan ke IBC, agar dagangan kami laku seperti tahun lalu," paparnya.

Sementara itu Ika Himata (24) pedagang lainya menuturkan terkait fasilitas seperti listrik sangat memadai hanya saja kebersihan yang kurang dijaga.

"Listrik tidak ada masalah selalau menyala, tapi kamar mandi yang disediakan sangat kotor. Kami saja tidak mau memakai kamar mandi umum di sini apalagi para pengunjung," tambahnya.

Wanita 24 tahun yang sudah berdagang batik di IBC selama dua tahun itu senada dengan Angle. Bahkan beberapa bulan terakhir usahanya tak membuahkan untung.

"Sering sepi tak dapat untung malah buntung, bingung kami jadinnya mau melanjutkan usaha apa tidak kalau kondisi seperti ini terus," timpalnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved