Teka-teki Sel Palsu Setya Novanto dan Kejanggalan Saat Sidak Mata Najwa
Setya Novanto disebut-sebut menempati sel nomor 2 dan 3 blok timur Lapas Sukamiskin.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sel yang ditempati Setya Novanto dan M Nazaruddin terlihat mencurigakan saat disidak, sehari setelah OTT Kalapas Sukamiskin. Menkumham Yasonna Laoly memastikan sel keduanya palsu alias bukan sel yang sebenarnya mereka tempati.
Kondisi sel Novanto dan Nazaruddin disorot Najwa Shihab dan tim Mata Najwa dalam sidak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Saat sidak, kondisi sel keduanya sederhana, berbeda dari sel beberapa narapidana lain yang lebih mewah.
Di sel Novanto, tidak ada alat elektronik ataupun barang mewah di dalamnya. Terlihat ada beberapa tambalan semen pada dinding. Terlihat juga instalasi pipa air yang menonjol keluar.
Ada pula parfum wanita merek Victoria's Secret di sel Novanto. Selain itu, stiker identitas nama Setya Novanto di papan informasi napi berbeda dengan napi lainnya. Ada pula stiker nama Setya Novanto yang tampak baru di daftar list tahanan Lapas Sukamiskin.
Setya Novanto disebut-sebut menempati sel nomor 2 dan 3 blok timur Lapas Sukamiskin. Dua kamar tersebut telah dibongkar sehingga kini berukuran besar dibanding kamar lainnya.
Saat sidak bersama Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami dan Tim Mata Najwa mendapati Setya Novanto ada di kamar nomor 29. Novanto tersenyum saat disidak oleh Dirjen PAS dan Tim Mata Najwa. Ia juga mengaku sedang membaca Alquran.
"Mencurigakan memang kalau dari situ, satu melengketkan nama di situ mesti sudah permanen karena beliau sudah lama di situ," kata Menkumham Yasonna Laoly, Kamis (26/7).
Sementara itu, sel Nazaruddin berbeda dengan saat disidak 5 tahun lalu. Kamar mandinya tidak terawat dan ditemukan produk bayi di sel tersebut. Menkumham Yasonna pun memastikan dua sel tersebut adalah palsu. "Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto," kata Yasonna.
Menanggapi itu, politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengimbau KPK melakukan supervisi seluruh lapas di Indonesia, termasuk lapas bandar narkoba. Ia juga meminta agar Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami melakukan investigasi menyeluruh ke semua lapas. Hal itu penting untuk mengetahui ada tidaknya sel palsu seperti milik Setnov.
"Ya itu kita minta supaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan segera melakukan investigasi mengenai lapas, bukan hanya terhadap Lapas Sukamiskin tapi terhadap seluruh lapas," ujar Masinton.
Terungkapnya sel palsu ini, dimaknai Masinton untuk KPK lebih fokus kepada semua lapas, tak hanya korupsi namun juga narkoba. Menurutnya, bandar narkoba masih bisa mengendalikan jejaring barang haram itu dari lapas, sehingga perlu adanya perhatian lebih.
"Menurut saya, fokus KPK itu fokus terhadap lapas Indonesia, khususnya juga soal korupsi dan juga bandar narkoba mengenai tindak tanduk bandar narkoba yang masih kendalikan dalam lapas," kata dia.
"Jadi kita dukung tuh KPK mensupervisi, melakukan monitoring terhadap seluruh lapas Indonesia khususnya narkotika," tukas Masinton.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mempertanyakan indikasi adanya sel palsu di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Indikasi itu muncul dalam sidak yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham di Lapas Sukamiskin, beberapa waktu lalu.
"Seharusnya hal tersebut menjadi perhatian di Kemenkumham. Jangan sampai ada kesan di masyarakat upaya perbaikan tidak serius," kata Febri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/najwa-shihab-ok_20180727_002714.jpg)