Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dishub Kota Semarang Targetkan Pemindahan Bus dari Terminal Terboyo Maksimal 1 September 2018

Dishub Kota Semarang akan segera memindahkan seluruh bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Terboyo

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
kondisi Terminal Induk Terboyo Kota Semarang yang merupakan terminal penghubung antar Provinsi terlihat memprihatinkan, Senin (30/7). Selain bagunan yang rusak terminal ini juga sering terendam rob 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan segera memindahkan seluruh bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron dan Mangkang.

Hal itu menyusul adanya hasil rapat yang digelar Dishub Jawa Tengah bersama Dishub Kota Semarang dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) terkait pemindahan bus, pekan lalu.

Dari rapat tersebut, Dishub Kota Semarang ditargetkan melakukan pemindahan maksimal 1 September mendatang.

Adanya batas pemindahan tersebut, membuat para awak bus AKDP dan AKAP resah. Pasalnya, waktu kepindahan mereka ke terminal tujuan yaitu Terminal Penggaron dan Mangkang tinggal satu bulan.

Seorang sopir bus AKDP jurusan Semarang-Jepara, Eko Setyo Utomo mengatakan, hingga saat ini pihaknya dan beberapa awak bus lainnya belum menerima sosialisasi pemindahan tersebut.

Eko mengaku bingung jika harus pindah terminal yaitu di Penggaron.

Alasannya, dari ujicoba yang pernah dilakukan Dishub Kota Semarang beberapa waktu lalu, pendapatannya anjlok 50 persen.

"Ujicoba kemarin, pendapatan saya turun 50 persen. Jika biasanya dapat Rp 200 ribu dalam sehari, turun jadi Rp 100 ribu. Itu masih tanggungan lainnya. Karena perjalanan dari Penggaron tidak ada penumpang. Jadi bus buang-buang bahan bakar saja," katanya saat ditemui di Terminal Terboyo, Senin (30/7/2018).

Selain itu, katanya, dipindahkannya ke Terminal Penggaron akan mempengaruhi jam perjalanan yang bertambah lama. Dampaknya, jika dalam sehari biasanya dua kali perjalanan Semarang-Jepara, nantinya hanya bisa sekali perjalanan saja.

"Pastinya jam perjalanan berubah, dan jumlah penumpang pasti berkurang. Ya itu tadi, dari Penggaron sampai Genuk tidak ada penumpang," keluhnya.

Berdasar pengalaman sebelumnya saat ujicoba pemindahan bus, tidak semuanya masuk ke Penggaron maupun Mangkang. Rata-rata, bus putar balik di tengah jalan dan ngetem di titik tertentu. Akibatnya, muncul terminal banyangan di beberapa tempat.

"Karena kalau tidak ngetem di jalan, kita rugi besar. Masak harus mondar mandir tanpa penumpang," jelasnya.

Di samping itu, rute yang dilalui bus menuju terminal juga tidak pasti. Dari arahan Dishub beberapa waktu lalu, bus diarahkan melalui jalan tol. Hal itu justru semakin memperpanjang jarak tempuh bus.

Ditambah lagi, sebagian bus memilih rute sendiri yaitu dari pertigaan Genuk melewati Jalan Woltermonginsidi untuk bus AKDP yang dipindah ke Penggaron. Sementara bus AKAP tetap dipindahkan ke Terminal Mangkang.

"Lha itu semakin semrawut nantinya," ucapnya.

Kepala Dishub Kota Semarang, M Khadik mengatakan, pemindahan bus dilakukan menyusul dilakukannya pembangunan Terminal Terboyo setelah berganti status dari Tipe A menjadi Tipe C yang diperuntukan parkir truk dan Terminal Peti Kemas.

Diakuinya, dari ujicoba yang dilakukan beberapa waktu laku, diketahui banyak dikeluhkan oleh para awak bus AKAP maupun AKDP yang sudah lama berada di Terminal Terboyo.

"Kemudian kami berkirim surat ke Dishub Jateng dan Kementerian Perhubungan terkait pemindahan itu. Itu sekaligus nanti ada perubahan pengawasan ke mereka. Kemarin sudah rapat dengan Dishub Jateng dan kami diberi waktu maksimal 1 September untuk pemindahan," jelasnya.

Untuk proses pemindahan tersebut, pihaknya nanti akan segera melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga, pada saat dipindahkan tidak ada protes seperti yang terjadi sebelumnya.

"Untuk mekanismenya, bus AKDP yang dari utara dan Selatan nanti ke Penggaron. Yang dari Barat nanti ke Mangkang. Sedangkan AKAP nanti ke Mangkang semua," paparnya.

Terkait pembangunan terminal, Khadik menjelaskan, awal September mendatang akan dilakukan pembongkaran. Selanjutnya dilakukan pembangunan oleh pemenang lelang yang dilaksankan Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang.

Khadik menambahkan, pembongkaran selasar bangunan terminal, sebagian sudah dilakukan setelah adanya pemenang lelang untuk pembongkaran aset. Namun, pembangunan terminal barang masih menunggu pemenang lelang proyek.

"Jadi, ada dua kegiatan. Pertama, pembongkaran aset, sudah ada pemenang lelang dan sudah jalan. Ini ditangani Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kedua, pembangunan terminal barang yang dilakukan Distaru," tambahnya.

Sementara terkait keberadaan para PKL, Khadik mengklaim, telah melakukan pendekatan dengan para pedagang yang ada di Terminal Terboyo. Pendekatan tersebut antara lain dengan menawarkan relokasi di Pasar Banjardowo dan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan.

"Kami berikan tenggat waktu sampai Agustus 2018. Tetapi kami terus pendekatan agar segera pindah. Kalau tempat di Terminal Mangkang seperti yang mereka inginkan, kami tidak berwenang. Itu wilayah pusat," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved