DBL Indonesia
SMA Islam 1 Sultan Agung Semarang Siapkan Penampilan Terbaik di DBL Central Java Series
Pertandingan dance menjadi satu di antara banyak kompetisi yang paling ditunggu dalam serangkaian acara Honda DBL
Penulis: Ines Ferdiana Puspitari | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM - Pertandingan dance menjadi satu di antara banyak kompetisi yang paling ditunggu dalam serangkaian acara Honda DBL Central Java Series 2018-North Region.
Demi menampilkan gerakan terbaik, peserta telah mempersiapkan diri serta tim dari jauh-jauh hari.
Tak terkecuali tim dance dari SMA Islam 1 Sultan Agung Semarang, telah mempersiapkan diri bahkan sebelum pendaftaran pertandinganHonda DBL Central Java Series 2018-North Region dibuka.
Dengan latihan dua hingga tiga kali dalam seminggu, SMA Islam 1 Sultan Agung Semarang sukses menampilkan tarian tradisional saat roadshow pekan lalu.
"Kami punya konsep dance yang berbeda dari sekolah lain. Jika sekolah lain menampilkan modern dance, kami memilih menampilkan tradisional dance yaitu tari Saman," kata Marlynda Nabilla, anggota dance SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang.
Latihan awalnya dilakukan dengan pelatih untuk mengajari gerakan dasar. Namun setelah menguasai semua gerakan, hanya diawasi saja oleh pembina yang mengoreksi jika terdapat gerakan yang salah.
Menurut Marlyn dan timnya, generasi muda harus tetap melestarikan adat dan budaya Indonesia. Satu di antaranya dengan membawakan tarian tradisional meski lawan menampilkan tarian modern.
Meski baru pertama kali mengikuti kompetisi dance Honda DBL Central Java Series 2018-North Region, tim dance SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang merasa mendapat sambutan baik atas peforma yang ditampilkan saat roadshow dari panitia mau pun peserta lain.
Hal tersebut membuat mereka semakin semangat latihan untuk tampil kembali di pertandingan resmi pekan ini.
"Sambutan baik dari peserta lain dan panitia sudah membuat kami senang kok. Tinggal nerusin semangatnya buat penampilan yang terbaik nanti," ujar siswa kelas 12 itu.
Kemudian, tim dance dari SMA N 1 Salatiga, memulai latihan sejak bulan Mei lalu.
Karena memiliki dua tim yang maju kompetisi sementara hanya terdapat satu pelatih, kedua tim harus membagi waktu latihan. Masing-masing latihan 3 kali dalam seminggu.
"Konsep yang kami bawakan itu berbeda antara dua tim. Tim A menampilkan konsep Hanoman, semantara Tim B menampilkan Dia de Los Muertos. Jadi kami menampilkan konsep yang unik dan jarang digunakan oleh tim lain," jawab Rangga, kapten dance SMA N 1 Salatiga.
Menurutnya saingan dari tim dance SMA lain cukup berat karena masing-masing memiliki keunggulan tersendiri dalam konsep mau pun gerakan.
Namun, Rangga tetap optimis untuk membawa piala bagi sekolahnya. Tahun lalu tim dance SMA N 1 Salatiga membawakan konsep tarian khas India dan dapat masuk ke 5 besar. Sehingga tahun ini ia berharap dapat menembus 3 besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tari-saman-oleh-tim-dance-sma-islam-sultan-agung-1-semarang_20180730_233024.jpg)