Penemuan Bayi

Sepasang Mahasiswa yang Taruh Bayi di Rumah Orang di Gunungpati Ditangkap

Sepasang Mahasiswa yang Taruh Bayi di Rumah Orang di Gunungpati Ditangkap. Mereka ternyata telah nikah adat

Sepasang Mahasiswa yang Taruh Bayi di Rumah Orang di Gunungpati Ditangkap
tribunjateng/reza gustav
Bayi mungil ditemukan di depan rumah warga di RT 6 RW 2 Kelurahan Sadeng, Gunungpati,Jumat (27/7/2018) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi bertindak cepat begitu ada penemuan bayi di emperan rumah warga di Sadeng, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu malam silam. Bayi perempuan yang ditemukan itu diduga baru berusia 2 hari dan dalam kondisi sehat. Segera dirawat di Puskesmas terdekat.

Sabtu (28/7/2018) tengah malam, Polsek Gunungpati segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa orangtua bayi dan kenapa "membuang" bayi mungil tersebut.

Menurut penuturan Kepala Puskesmas Gunungpati dr. Yuni Astuti bayi tersebut dalam keadaan sehat. Hanya saja perlu pengawasan ekstra, karena banyak orang yang sekedar ingin melihat atau mengadopsi bayi menggemaskan itu.

dr.Yuni Astuti berharap agar ada polisi yang juga stay di Puskesmas Gunungpati untuk menjaga keamanan.

Juga dari pihak keluarga bayi diharapkan untuk segera datang mengambil bayi ke Puskesmas.

“Harapan saya sih, dari pihak Kapolsek ada salah satu anggotanya yang membantu mengawasi bayi. Dan mudah-mudahan keluarga bayi cepat datang” kata Kepala Puskesmas Gunungpati.

Baca: Sejumlah Warga Berdatangan Ingin Adopsi Bayi Mungil yang Ditemukan di Gunungpati

Baca: BREAKING NEWS Penemuan Bayi Menggemaskan di Depan Rumah Warga Gunungpati (Video)

Sedangkan orang tua bayi sekarang telah diamankan pihak Kapolsek Gunungpati.

Ipda Suroso dari Polsek Gunungpati mengatakan bahwa orangtua bayi diketahui inisial ME (22) dan JNP (22) telah diamankan (28/7) tengah malam.

Mereka berdua berhasil diamankan polisi di kontrakannya daerah Gisik belakang perumahan Green Wood.

Setelah itu M-E (22), ibu bayi diperiksa kesehatannya oleh dr. Iftitah Indriani dari Puskesmas Gunungpati. Hasil dari pemeriksaan menyatakan kalau M-E dalam keadaan sehat. Sama seperti bayinya.

M-E dan J-N-P sama-sama berasal dari Nabire, Papua.

Motif dari mereka tega membuang banyinya karena merasa malu dan keduanya juga masih menyandang status sebagai mahasiswa.

Selain itu juga karena dianggap merepotkan. Meski pun sebenarnya mereka sudah menikah secara adat atau nikah siri.

“Motif membuang bayinya karena mereka masih mahasiswa. Malu katanya, dan merepotkan” kata Suroso.

Apabila orangtua mau bertanggung jawab dengan bayinya, maka bayi tersebuat akan dikembalikan ke keluarganya. Tapi sebaliknya, apabila orang tua bayi tidak mau bertanggungjawab maka mereka akan diproses secara hukum dan dikenai KUHP pasal 305 dengan ancaman 6 tahun penjara. (tribunjateng/magang UIN/Naeli Hidayah dan Ulfaturrohmah).

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved