Ganjar Pranowo Kunjungi Balita Gangguan Hati dan Pencernaan di Karanganyar
Pemeriksaan tim dokter Rumah Sakit Moewardi, Surakarta, menyatakan Wiji mengalami pecah pembuluh darah lambung
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Derita Wiji Panilih, balita yang mengidap kelainan hati dan pencernaan, akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Orang nomor satu di Jateng itu mengunjungi rumah Wiji di Dusun Jengglong, Kelurahan Bejen, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Rabu (1/8/2018).
Ketika Ganjar datang, Wiji sedang tidur.
Meski keadaan sangat ramai karena warga sekitar ikut menyambut Ganjar tapi Wiji tetap terlelap seakan tak terganggu.
"Anak saya juga terganggu pendengarannya, hanya mampu menangkap suara 30 desibel. Jadi teriak sekeras apa pun tidak bisa dengar," kata ibunda Wiji, Rini Pujiastuti didampingi suaminya, Sigit Purwanto.
Ganjar manggut-manggut mendengar penuturan Rini.
Namun begitu melihat suami Rini, Ganjar malah kaget.
"Lho, sampeyan kan kancaku, Mas. Oalah lagi ngerti aku. Iki kancaku munggah gunung (Anda kan teman saya naik gunung)," kata Ganjar sembari menepuk bahu Sigit.
Sigit kemudian bercerita kondisi anaknya yang masih berusia dua tahun itu.
Semula Wiji didiagnosis menderita kerusakan hati atau sirosis.
Kondisi tersebut diketahui pada Februari 2018.
Wiji muntah dan buang air besar mengandung darah.
Pemeriksaan tim dokter Rumah Sakit Moewardi, Surakarta, menyatakan Wiji mengalami pecah pembuluh darah lambung akibat pembuluh darah pada hatinya tersumbat.
Jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Wiji hanya dengan cangkok hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wiji-panilih_20180802_074308.jpg)