HUT Kemerdekaan RI

Alfamidi dan Koramil 13 Semarang Kunjungi Makam Penyiar Naskah Proklamasi di Semarang

Alfamidi dan Koramil 13 Semarang Kunjungi Makam Penyiar Naskah Proklamasi di Semarang

tribunjateng/hermawan endra
Sugiarno (89) begitu bersemangat menceritakan pengalaman hidup saat masih menjadi pejuang, di markas Koramil 13 Semarang, Rabu (15/8). Veteran asal Semarang itu mengaku ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam kesatuan militer Tentara Pelajar (TL). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sugiarno (89) begitu bersemangat menceritakan pengalaman hidup saat masih menjadi pejuang, di markas Koramil 13 Semarang, Rabu (15/8). Veteran asal Semarang itu mengaku ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam kesatuan militer Tentara Pelajar (TL).

Banyak sekali kejadian dramatis menimpanya yang sampai sekarang masih terus ia ingat. Kala itu dia hampir dibunuh oleh tentara Jepang karena kedapatan di rumahnya tersimpan senjata bambu runcing.

Di era perang kemerdekaan Sugiarno bergabung dalam barisan Tentara Pelajar sebagai penjaga front pertahanan di pinggiran kota. Ia pernah terlibat kontak senjata dengan pasukan Tiger Brigade Belanda di pinggiran Salatiga.

Alfamidi berencana mendukung langkah Koramil 13 untuk mewujudkan prasasti R Soegiarin Markonis Teks Proklamasi RI di areal makam keluarga yang ada di komplek Makam Keluarga Kadipaten Semarang, Bergota Semarang.
Alfamidi berencana mendukung langkah Koramil 13 untuk mewujudkan prasasti R Soegiarin Markonis Teks Proklamasi RI di areal makam keluarga yang ada di komplek Makam Keluarga Kadipaten Semarang, Bergota Semarang. (tribunjateng/hermawan endra)

Usai bercerita kisah hidupnya kepada Tim CSR Peduli Pejuang Alfamidi dan anggota Koramil 13 Semarang, ia kemudian mengajak berkunjung ke makam R Soegiarin.

Itu adalah kakaknya yang pada saat Proklamasi Kemerdekaan dikenal sebagai markonis atau penyebar berita kemerdekaan Indonesia melalui Kantor Berita Domei Jakarta.

Di makam yang berada di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota Semarang Sugiarno (89) tak kuasa menahan haru. Menurutnya baru kali ini ada orang yang perhatian dan peduli atas perjuangan kakaknya yang meninggal tahun 1987 lalu.

Kehadiran Tim CSR Peduli Pejuang Alfamidi bersama Koramil 13 Semarang Selatan ini dalam rangka memyambut HUT Kemedekaan RI ke 73.

Event Promotion Alfamidi Jateng & DIY, Yusuf Wahyu Hidayat menjelaskan, pihaknya memiliki program peduli pejuang sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian atas jasa dan pengorbanannya bagi bangsa.

"Tanpa mereka kami yakin Indonesia tidak bisa medeka begitu saja. Oleh karena itu kami juga sinkronkan dengan kegiatan Koramil 13 Semarang yang juga melakukan bersih-besih di makam pejuang," kata Yusuf.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved