Waspadai Penyebaran Malaria, Dinkes Purbalingga Basmi Nyamuk Anopheles di wilayah Endemis
Masyarakat harap mewaspadai penyakit yang dipicu nyamuk di musim kering ini, terutama Malaria yang dibawa nyamuk anopheles.
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA -- Masyarakat harap mewaspadai penyakit yang dipicu nyamuk di musim kering ini, terutama Malaria yang dibawa nyamuk anopheles.
Untuk membasmi penyebaran nyamuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga melakukan kegiatan penangkapan (spot survey) nyamuk anopheles.
Kegiatan itu telah dilakukan di wilayah RT 8 RW 3 desa Sidareja Kecamatan Kaligondang, mulai Rabu hingga Kamis (15-16/8) kemarin.
Penanggungjawab Program Eliminasi Malaria pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, Lejar Pribadi, mengatakan wilayah RT 8 RW 3 desa Sidareja merupakan satu di antara lima wilayah endemis malaria di Kabupaten Purbalingga.
Dari hasil kegiatan itu, ternyata masih banyak ditemukan nyamuk anopheles hampir di setiap jam, terhitung mulai jam 8 malam hingga jam 3 pagi.
Penangkapan nyamuk anopheles dilakukan dengan cara manual, yakni menggunakan alat bernama aspirator.
"Penangkapan dilakukan menggunakan badan umpan pada 40 menit pertama, selanjutnya pada 10 menit berikutnya dilakukan penangkapan nyamuk di dinding, semak-semak dan di kandang," katanya
Lejar mengatakan, kepadatan nyamuk anopheles di wilayah itu masuk kategori cukup. Kondisi tersebut mengindikasikan potensi penularan penyakit malaria yang harus diwaspadai.
Selama tahun 2018, kegiatan spot survey nyamuk anopheles dilakukan selama tiga tahap, dimulai bulan Mei - Juni, kemudian bulan Agustus dan bulan Oktober.
Khusus untuk wilayah Endemis dengan kepadatan cukup, kata dia, penanganannya melalui Indoor Residual Spraying (IRS) atau penyemprotan rumah dengan efek residual. Rencananya, IRS akan dilakukan pada bulan September atau Oktober.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengeliminasi nyamuk malaria, untuk mewujudkan Kabupaten Purbalingga bebas malaria pada tahun 2020.
Juga untuk mendukung target Jateng bebas malaria pada tahun 2022 serta Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.
Lejar mengatakan, saat ini terdapat 5 desa wilayah endemis malaria meliputi Desa Sidareja dan Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang, Desa Tetel, desa Tegal Pingen dan Desa Pengadegan Kecamatan Pengadegan.
"Untuk wilayah Selakambang, Tetel, Tegal Pingen dan Pengadegan, Pemkab Purbalingga intensif mengadakan pemantauan terhadap nyamuk anopheles dan juga telah membagikan 7. 794 kelambu untuk warga masyarakat disana," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/malaria_20180817_111324.jpg)