Fakta Atau Mitos? Celana Dalam yang Dipakai Suami Pengaruhi Peluang Kehamilan Sang Istri

Dalam mengusahakan kehamilan, ada banyak faktor perlu diperhatikan pasangan suami istri.

Fakta Atau Mitos? Celana Dalam yang Dipakai Suami Pengaruhi Peluang Kehamilan Sang Istri
huffingtonpost.com
Ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNJATENG.COM - Dalam mengusahakan kehamilan, ada banyak faktor perlu diperhatikan pasangan suami istri.

Dari masa subur istri, frekuensi bercinta, dan kesehatan keduanya.

Tapi tahukah kamu, ternyata jenis celana dalam yang dikenakan suami bisa memengaruhi peluang kehamilan juga loh.

Sebuah studi menemukan celana dalam jenis brief memiliki kemungkinan lebih besar memperoleh keturunan.

Studi ini dihelat oleh National Institute of Child Health and Development dan Stanford University, Amerika Serikat.

Para ahli menguji 500 partisipan pria serta mempelajari jenis celana dalam yang biasa mereka kenakan.

Selain itu, kebiasaan tidur partisipan pun turut diteliti selama 12 bulan.

Lalu, hasilnya dibandingkan dengan kualitas sperma mereka.

 Para ahli menemukan, pria yang tidak mengenakan celana dalam saat pagi atau malam hari memiliki 25 persen kemungkinan yang lebih rendah memiliki kerusakan DNA pada sperma.

Partisipan pria yang tidur mengenakan celana dalam justru berpotensi mengalami keruaskan DNA pada sperma.

Singkatnya, pria yang tidak mengenakan celana dalam pada pagi atau malam hari memiliki kualitas sperma yang lebih baik.

"Jenis celana dalam yang dikenakan pada pagi dan saat tidur di malam hari pun diasosiasikan dengan kualitas sperma. Parameter kualitas sperma yang lebih baik ditemukan pada pria yang mengenakan celana boxer di siang hari dan tidak mengenakan celana dalam di malam hari," ungkap ketua tim peneliti.

Temuan studi ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine di Baltimore, negara bagian Maryland, Amerika Serikat.

Studi ini pun diyakini mendukung studi yang pernah dilakukan di Inggris pada tahun 2012 yang menyimpulkan hasil yang hampir serupa.

"Kami telah mengetahui sebelumnya temperatur testis pria meningkat melalui paparan panas saat bekerja atau mengenakan celana dalam yang ketat. Lalu, mereka juga memiliki kualitas sperma yang lebih buruk ketimbang pria yang temperatur testisnya lebih dingin," tutur Allan Pacey, pakar fertilitas di University of Sheffield, Inggris. (Kusmiyati/Nakita)

Editor: galih permadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved