Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kabar Mistis Ceblok Tandur Beringin di Alun-alun Batang Dibantah Bupati Wihaji

Kabar Mistis Ceblok Tandur Beringin di Alun-alun Batang Dibantah Bupati Wihaji. Satu di antara mitos itu Kliwonan Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: iswidodo
tribunjateng/dina indriani
Rabu 29 Agustus 2018 akan dilaksanakan ceblok tandur beringin di alun-alun Kabupaten Batang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pohon Beringin yang terletak di tengah alun-alun Batang merupakan simbol Kota Batang yang juga mempunyai berbagai cerita atau mitos. Satu di antara mitos yang dipercaya sebagian masyarakat adalah Kliwonan Batang.

Pohon yang sudah berusia 300 tahunan tersebut mengalami beberapa kali kebakaran.

Karena menjadi simbol peradaban pemerintahan serta untuk menjaga kearifan lokal, Pemerintah Kabupaten Batang akan melakukan regenerasi mengingat kondisi pohon yang hampir mati termakan usia.

Regenerasi pohon beringin akan dilakukan dengan ritual ceblok tandur, yang akan dilakukan, Rabu (29/8/2018).

Mendekati hari pelaksanaan ritual banyak isu yang santer terdengar di masyarakat bahwa akan adanya nuansa mistik saat ritual ceblok tandur.

"Tidak ada nuansa mistis pada ritual ceblok tandur waringin alun-alun Batang, ini semata-mata untuk regenerasi pohon ringin yang hampir mati karena termakan usia," tutur Bupati Wihaji, Selasa (28/8/2018).

Menurutnya, memang dalam penanaman ada prosesinya. Bibit ringin diambil dari Keraton Solo dan Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, yang jauh sebelumnya sudah dimusyawarahkan dengan tokoh agama, tokoh budaya, Majelis Ulama Indonesia dan akan ditanam bersama-sama.

"Rencana prosesi penanaman lima bibit Pohon beringin pukul 15.00 dengan formasi pasukan pengirim 17, 8 dan 45 orang dengan kenakan baju adat Jawa lengkap," jelasnya.

Dikatakannya, pohon Beringin merupakan ikon peradaban Pemerintahan yang letaknya berada di tengah alun-alun Batang dan memiliki history yang sangat tinggi dan makna simbolik yang luar biasa, sehingga keberadaanya harus tetap eksis.

"Pohon beringin memiliki makna simbolik sebagai pengayoman, wujud perlindungan, keagungan dan kekuasaan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved