Musim Kemarau

Dampak Kemarau di Kudus Meluas

Dampak Kemarau di Kudus Meluas. BPBD Kudus siapkan air bersih sebanyak 280 tangki ukuran 5 ribu liter.

Dampak Kemarau di Kudus Meluas
tribunjateng/dok
Kekurangan air bersih yang terjadi di Kudus akibat dampak musim kemarau meluas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kekurangan air bersih yang terjadi di Kudus akibat dampak musim kemarau meluas. Tadinya hanya satu desa, yaitu Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, kini Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu juga mengalami hal serupa.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Atok Darmobroto mengatakan, meluasnya dampak musim kemarau berupa krisis air bersih membuat permintaan pengiriman air mulai berdatangan. Kontan pihaknya pun menyiapkan air sebanyak 280 tangki ukuran 5 ribu liter.

Untuk membantu warga yang kekurangan air bersih, pihaknya telah menyediakan sejumlah tandon di Desa Kedungdowo dan Desa Setrokalangan. Tandon tersebut secara rutin akan diisi oleh pihaknya menggunakan kendaraan tangki air.

“Di Desa Kedungdowo sudah kami sediakan tandon air kapasitas 2000 liter di sembilan titik. Sedangkan dia Desa Setrokalangan kami sediakan tandon air kapasitas 1000 liter di dua titik,” kata Atok, Kamis (30/8/2018).

Selain melalui tandon yang disediakan, kata Atok, masyarakat juga bisa langsung mengambil air bersih dari tanngki yang diberangkatkan ke lokasi.

Sampai saat ini, kata Atok, pihaknya telah melakukan mengirimkan air bersih sebanyak 244 ribu liter. Masing- masing 228 ribu di Desa Kedungdowo dan 16 ribu liter di Desa Setrokalangan. Pengiriman menggunakan kendaraan tangki kapasitas 5000 liter.

Pihaknya juga menjalin kepada sejumlah isntansi untuk menangani krisis air bersih yang terjadi di Kudus.

“Droping air bersih juga dilakukan oleh PMI dan Polres Kudus, ada juga wilayah yang yang dikirim air dari perusahaan,” katanya.

Selain dua desa yang telah mengalami kekurangan air, sejumlah permintaan juga mulai berdatangan dari Kecamatan Undaan dan Mejobo. Namun, pihaknya menyarankan agar proses permintaan dilakukan sesuai prosedur, yaitu melalui pemerintah desa.

“Kalau ada pengajuan, kami langsung survei ke lokasi sebelum kami kirimkan air bersih ke lokasi,” katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved