APBD 2018 Kota Semarang Defisit, Hendi akan Undur Sebagian Proyek ke 2019
APBD 2018 Pemkot Semarang mengalami defisit sekitar Rp 400 miliar sampai Agustus ini.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 Pemkot Semarang mengalami defisit sekitar Rp 400 miliar sampai Agustus ini.
Defisit tersebut terjadi karena adanya kesalahan dalam penghitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).
Adanya defisit anggaran tersebut, mengharuskan Pemkot Semarang melakukan efisiensi dengan mengurangi anggaran di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Dampaknya, sejumlah proyek pembangunan yang sudah direncanakan pada 2018 ini, batal dilaksanakan dan ditunda pada 2019 mendatang.
Efisiensi di antaranya terjadi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang. Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, Disdik telah mengalokasikan untuk proyek perbaikan maupun pembangunan gedung sekolah SD dan SMP di Kota Semarang sekitar Rp 100 miliar pada 2018 ini.
"Karena ada efisiensi, anggaran kami berkurang Rp 20 miliar. Sehingga beberapa pekerjaan yang sudah direncanakan 2018 ini tidak bisa kami laksanakan," kata Gunawan, Jumat (31/8/2018).
Gunawan menyebut, beberapa pekerjaan yang urung dilaksanakan tersebut meliputi rehab bangunan SD dan SMP dan pembangunan gedung baru.
Hanya saja, Gunawan enggan menyebutkan sekolah mana saja yang batal diperbaiki.
Dikatakannya, dampak efisiensi anggaran tersebut tidak hanya mengharuskannya mengurangi besaran anggaran yang dialokasikan ke setiap sekolah akan tetapi juga mengharuskannya mengurangi jumlah sekolah yang mendapat anggaran perbaikan maupun pembangunan.
"Karena di 2018 ada efisiensi, maka 2019 nanti ada review kembali anggaran itu. Kemudia pekerjaan yang tertunda di 2018 akan kami prioritaskan di 2019 dan yang di 2019 ada yang diundur 2020," jelasnya.
Ia mencontohkan beberapa pekerjaan yang harus ditunda di antaranya rehab bangunan SD Tambakrejo 1, 2 dan 3, SD Kaligawe, dan SD Pandean Lamper 05. Perbaikan sekolah tersebut terpaksa dilaksanakan 2019 mendatang.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, APBD Kota Semarang pada 2018 ini telah ditetapkan Rp 5,17 triliun dengan pendapatan daerah Rp 4,301 triliun.
Kekurangan dari pendapatan daerah untuk menutup APBD tersebut sedianya ditutup menggunakan Silpa 2017 lalu sebesar Rp 872 miliar.
Akan tetapi, Pemkot Semarang salah melakukan penghitungan Silpa untuk anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 872 miliar tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-hendrar-prihadi_20180830_182554.jpg)