Smart Women

Pelukis Atie Krisna Terapkan Pikiran Positif agar Terpacu Ide Kreatif

Pelukis Atie Krisna Terapkan Pikiran Positif agar Terpacu Ide Kreatif. Melukis mulai ditekuni Atie sejak 2003.

Pelukis Atie Krisna Terapkan Pikiran Positif agar Terpacu Ide Kreatif
tribunjateng/ines ferdiana
Pelukis Atie Krisna Terapkan Pikiran Positif agar Terpacu Ide Kreatif. Melukis mulai ditekuni Atie sejak 2003. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Melukis mulai ditekuni Atie Krisna sejak tahun 2003, setelah melihat lukisan teman suami. Ia penasaran bagaimana memadukan warna yang indah itu seperti apa. Kemudian, Ia memilih media cat minyak untuk melukis karena sudah bosan dengan car air yang selalu dipakainya saat kuliah.

Melihat lukisan Atie, temannya mengajak Atie dalam sebuah pameran. Dengan tema Lampu Badai, dalam pameran itu Atie tidak hanya menyuguhkan lukisan saja, tapi juga seni instalasi, yaitu menampilkan lukisan dalam bentuk nyatanya. Sehingga tercipta rangkaian instalasi seni yang cukup menarik banyak pengunjung.

Atie belajar seni lukis secara otodidak, tidak mengikuti akademi atau pun kelas seni. Ia banyak melihat dan mempelajari teknik lukis dari karya pelukis luar mau pun dalam negeri. Menjadikan teman sebagai rekan bersaing yang sehat sangat membantu meningkatkan kemampuan secara signifikan.

=====Atie Krisna=======
Tanggal lahir : 27 Maret 1951
Makanan fav : Gudangan
Minuman fav : Kopi
Warna fav : Biru Muda
quote: "Yang membuat hati bahagia adalah dapat memberikan sesuatu buat orang, bukan apa yang didapatkan."
==================

“Tapi tidak perlu mengatakan bahwa sedang ber-sparing partner dengannya. Bukan berarti benci dan iri juga dengan karyanya, secara sehat. Saya selalu puji karyanya di depan dia sedikit, padahal dalam hati saya banyak sekali pujian untuk karyanya. Rekam saja dalam otak, ingat apa yang dilihat dan coba aplikasikan kira-kira gimana ya buat jadi bagus seperti itu,” katanya.

Mengakui hasil karya orang lain lebih baik dibandingkan karya sendiri bukanlah sebuah kekalahan. Justru itu yang semakin menjadi motivasi diri untuk terus memperbaiki teknik lukis. Memecut diri untuk lebih berkembang lagi. Kekurangan itu akan memajukan kemampuan dalam diri menjadi lebih keluar. Lambat laun akan menemukan goresan seni yang luar biasa tanpa disadari bisa sebagus itu.

“Apa yang menjadi keputusan saya tidak pernah saya sesali. Begitupun pada lukisan, ada goresan warna yang keluar dari sketsa, ya terusin saja. Tabrak dengan warna-warna selanjutnya, tidak pernah saya hapus. Terkadang dari tabrakan itulah muncul sesuatu yang sangat wow. Dan hanya saya sendiri yang tahu akan hal itu,” ujar wanita asli Semarang itu.

Atie biasa mengerjakan lukisan pada malam hari. Pukul 22.00 WIB Ati baru mulai melukis. Menurutnya, itu adalah waktu yang tepat karena ritmik tubuh juga sudah rileks. Makan malam, bersih-bersih, dan pekerjaan rumah sudah selesai. Sehingga menjadi fokus dan Atie dapat bertahan hingga pukul 06.00 WIB.

Meski begitu, wanita usia 67 tahun itu tetap sehat dan segar. Atie selalu menjaga pola makan dan hidup sehat. Kenali bahasa tubuh dan ingat apa yang dimakan, misalnya dua hari sudah makan kambing, maka 1,5 bulan tidak makan kambing lagi. Mulai tahun 2009, Atie juga sudah beralih ke cat akrilik karena cat minyak kurang sehat untuk paru-paru.

Olahraga rutin juga dilakukan Atie setiap tiga hari sekali berkeliling taman enam putaran.
“Selain itu, hati itu harus legawa pada yang dilakukan. Ketika berbuat baik atau memberikan sesuatu pada orang lain, ya bersyukur. Kalau berharap akan mendapat yang lebih baik itu sepertinya kurang nyeni gitu lho. Kan yang membuat hati bahagia kan dapat memberikan sesuatu buat orang, bukan apa yang didapatkan. Dan ketika hati bahagia itu kan memicu keluarnya hormon tubuh yang baik buat kesehatan juga,” tambahnya.

Atie mengatakan akan terus bekarya selama ia masih mampu. Karena itu menjadi kegiatan yang membuatnya lebih positive thinking dan terus berpikir kreatif. Sehingga tubuh juga lebih segar karena menjalani aktivitas, tidak hanya diam saja. Saat ini, ia sangat menikmati hidupnya karena di usia tua tetap dapat melakukan hobi, bergerak dengan bebas, dan tidak ada pantangan makanan, tapi tetap harus dijaga. (Tribunjateng/Ines Ferdiana Puspitasari)

Penulis: Ines Ferdiana Puspitari
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved