Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rupiah Terus Melemah, Mahathir Pernah Sebut Masalah Indonesia Lebih Kompleks Dibanding Malaysia

Kurs rupiah Rp 14.935 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan pasar spot kemarin

Editor: muslimah
Kolase Tribunnews/ The Star Online
Mahathir Mohammad dan ilustrasi rupiah 

TRIBUNJATENG.COM - Kondisi perekonomian Indonesia sedang kurang mengenakkan akibat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat semakin anjlok.

Kurs rupiah Rp 14.935 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan pasar spot kemarin.

Juru Bicara Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, meyakini pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan Bank Indonesia tak akan tinggal diam dalam menghadapi depresiasi nilai tukar rupiah atas dolar AS.

Dilansir TribunJatim.com dari Tribunnews.com, pemerintah akan melakukan sejumlah upaya.

"Presiden Jokowi dan menteri terkait telah berupaya untuk dapat mencari solusi atas masalah ini," ujar Ace saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/9/2018).

Menurut Ace, pemerintah terus bekerja dengan serius memperkokoh perubahan dan mengerjakan fundamental ekonomi yang sistemik agar rupiah terjaga.

"Yang harus kita pahami adalah bahwa pergerakan nilai tukar adalah hal yang alamiah, sepanjang pergerakannya mengikuti nilai tukar yang lain," ucap Ace.

Ace menerangkan, faktor eksternal mau tidak mau memang mempengaruhi nilai tukar rupiah, dan bukan Indonesia yang berdampak.

"Untuk itu, kita perlu sinergi yang positif, kerja sama yang saling menguatkan agar perekonomian Nasional kita tetap berdaulat," tutur Ace.

Mahathir Mohamad sebut masalah Indonesia lebih kompleks dibanding Malaysia

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pernah mengatakan, dia dengan Presiden Kedua Indonesia, Soeharto merupakan sahabat.

Itu seperti yang diungkapkannya dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories".

Dalam buku itu, Mahathir mengungkapkan, dia sering berbincang dari hati ke hati dengan Soeharto sebagai seorang sahabat.

Menurutnya, masalah antara Indonesia dan Malaysia memang selalu ada.

Namun hal itu hanyalah masalah kecil.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved