Buku Biografi Kang Nur, Sastrawan: Kota Tegal Jangan Buat Main-main
Komunitas Sastrawan Tegal menyusun buku biografi Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh yang berjudul 'Kang Nur: Olih-olihe Wong Sabar'.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Komunitas Sastrawan Tegal menyusun buku biografi Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh yang berjudul 'Kang Nur: Olih-olihe Wong Sabar'.
Buku tersebut sedang proses percetakan dan akan diluncurkan pada awal Oktober 2018.
Buku tersebut dipersembahkan untuk Kang Nur, panggilan Nursholeh, sebelum lengser dari kursi orang nomor satu di Kota Tegal.
Seperti diketahui, Kang Nur tidak memperoleh cukup suara pada Pilkada Kota Tegal 2018 lalu. Sehingga, ia hanya menghabiskan sisa masa jabatannya yang berakhir pada Maret 2019 mendatang.
Editor buku, Lanang Setiawan, menuturkan buku biografi tersebut berisi 26 artikel dari 26 penulis yang berasal dari latar belakang sastrawan, seniman, cerpenis, akademisi, jurnalis, birokrat, dan sebagainya.
"Buku tersebut menjadi kaca pengilon (cermin) sejarah kelam yang dialami di Kota Tegal. Pendek kata buku ini perlu diketahui oleh siapapun agar menjadi pelajaran bergarga. Khususnya bagi yang akan menjadi Wali Kota Tegal selanjutnya," tegas Lanang, Rabu (12/9/2018).
Seperti diketahui, selama menjabat wakil wali kota mendampingi Siti Masitha saat itu, Kang Nur kurang mendapatkan perananan penting.
Segala kewenangan Kang Nur dipangkas habis-habisan oleh Masitha. Kondisi itu berlangsung hingga 3,5 tahun.
"Akan tetapi, kesabaran Kang Nur berbuah manis. Siti Masitha Soeparno ditangkap KPK. Setidaknya, ketegangan di antaranya keduanya telah usai," ujarnya.
Menurutnya, buku tersebut cukup sarat dengan sisi melik kehidupan Kang Nur selama menjabat sebagai Wali Kota Tegal.
Ia menambahkan, menjadi Wali Kota Tegal jangan main-main. Karena Kota Tegal diibaratkan sumbu pendek yang gampang meledak.
"Sudah tiga Wali Kota Tegal jabatannya berakhir dengan peristiwa mengenaskan. Maka, Tegal kuwe aja nggo dolanan (Tegal ini jangan dibuat main-main)," ujarnya.
Sementara, Kang Nur yang sudah melihat isi buku tersebut mengatakan bangga dengan para penulis yang meluangkan waktunya untuk menulis buku tersebut.
"Rencananya, buku ini akan diluncurkan pada awal Oktober 2018 di Balai Kota Tegal," tuturnya.
Pada peluncuran buku, kata dia, direncanakan akan mengundang semua tokoh masyarakat, politik, seniman, jajaran kepala dinas, dan kaum akademis serta guru- guru Kota Tegal.
"Insyaallah masyarakat Kota Tegal kami undang," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/buku-biografi-kang-nur-karya-sastrawan-tegal_20180912_221103.jpg)