Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Saat Kebakaran Gunung Sumbing, Terlihat Ada yang Menyalakan Petasan Luncur di Puncak 

Kebakaran di Gunung Sumbing terjadi sejak Senin petang, (10/9/2018) lalu, atau tepat malam pergantian tahun baru 1440 Hijriah.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Khoirul Muzakki
Api terlihat padam sari basecamp gunung Sumbing di Mangli Magelang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, TEMANGGUNG - Kebakaran hutan di Gunung Sumbing belum 100 persen padam. Meski kecil, dua titik api masih terpantau dari basecamp Capit Temanggung, Kamis pagi (13/9/2018).

Titik api juga masih terlihat di sisi timur atau wilayah jalur Banaran Temanggung.

Pengelola Basecamp pendakian Gunung Sumbing via Capit Sugiono mengatakan, sementara dari pantauan visual basecamp Mangli Magelang, api terlihat sudah padam.

"Kabarnya dari BNPB mau mengerahkan helikopter untuk menyemprotkan air ke lokasi kebakaran (water bombing)," katanya.

Kebakaran di Gunung Sumbing terjadi sejak Senin petang, (10/9/2018) lalu, atau tepat malam pergantian tahun baru 1440 Hijriah.

Padahal, saat itu ratusan pendaki telah berangkat mendaki untuk menghabiskan malam 1 Sura di puncak. Sebagian pendaki rupanya telah mencapai puncak. Ada yang sempat tertahan karena jalur pendakian terputus kobaran api. Tetapi seluruh pendaki dipastikan telah berhasil dievakuasi.

Malam 1 Sura biasanya memang jumlah pendaki meningkat. Sebagian masyarakat memilih merayakan pergantian tahun baru Hijriah di puncak. Tak ayal saat kebakaran terjadi, malam 1 Sura, jalur pendakian Gunung Sumbing cukup padat pendaki.

Tetapi lain dengan basecamp Capit yang memilih menutup jalur pendakian sejak 23 Agustus lalu. Alhasil, saat kebakaran terjadi, jalur pendakian ini steril dari aktivitas pendaki.

"Kami sudah lebih dulu menutup jalur pendakian sejak 23 Agustus lalu, rencananya sampai Oktober,"katanya

Sugiono mengatakan, pihaknya memilih menutup sementara jalur pendakian melalui pertimbangan matang. -September merupakan puncak musim kemarau.

Tanaman hutan mengering hingga mudah sekali terbakar jika terkena percikan api. Perbuatan sepele semisal membuang puntung rokok sembarangan di hutan pun bisa berakibat fatal.

Bara atau percikannya jika mengenai sampah atau tanaman kering dapat memicu kebakaran. Pihaknya tak ingin kebakaran terjadi hanya karena kelalaian manusia.

Tetapi ia menyayangkan, kebakaran tetap tak terelakkan. Senin sore (11/9/2018), titik api terlihat menyala di hutan sekitar Pos 5 atau puncak. Basecamp lain sibuk mengevakuasi para pendaki yang terlanjur naik ke puncak.

"Informasinya ada 400 an pendaki yang naik ke puncak saat itu. Dari basecamp kami tidak ada karena tutup," katanya.

Perhutani dan seluruh pengelola basecamp Gunung Sumbing akhirnya menutup sementara jalur pendakian saat itu juga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved