Anggaran Revitalisasi Kota Lama Semarang Membengkak Jadi Rp 200 Miliar
Hendrar Prihadi, mengungkapkan adanya perubahan bahan material yang dipakai untuk pembangunan.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses revitalisasi Kota Lama Semarang hingga kini masih berlangsung.
Para pekerja mengerjakan pembangunan jalan, saluran irigasi dengan sistem ducting, dan pedestrian secara paralel di beberapa titik bersamaan.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengungkapkan adanya perubahan bahan material yang dipakai untuk pembangunan pedestrian di kawasan tersebut.
Adanya perubahan tersebut, membuat anggaran revitalisasi Kota Lama membengkak menjadi Rp 200 miliar dari sebelumnya Rp 165 miliar.
"Dananya bertambah jadi sekitar Rp 200 miliar. Tapi saya rasa inilah hebatnya pemerintah sekarang, pada saat kita sampaikan keluhan ini, Pak Menteri langsung merespon," kata Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, di Balai Kota Semarang, Selasa (18/9/2018).
Baca: Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Sigar Bencah Semarang Karena Ada Pengecoran
Ia mengungkapkan, tambahan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut nantinya dipergunakan untuk pembuatan pedestrian dengan menggunakan batu alam dari sebelumnya hanya paving berwarna biasa.
Hendi menuturkan, dengan menggunakan batu alam, diharapkan dapat lebih mempercantik dan memperindah wajah kawasan Kota Lama Semarang.
Sehingga, upaya Hendi dalam memasukan Kota Lama dalam daftar warisan budaya dunia (world heritage) Unesco pada 2020 bakal terwujud.
"Khusus untuk Kawasan Kota Lama Semarang hasilnya (kajian dan design) sangat bagus. Jadi tambahan anggaran itu, alhamdulillah di back up oleh Kementrian PUPR," jelas Hendi.
Baca: Warga Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Soraki Pembunuh Pemandu Lagu
Atas revitalisasi yang berlangsung, kawasan Kota Lama menjadi berdebu.
Tak ayal hal itu dikeluhkan para pengguna jalan yang melintas maupun wisatawan yang berkunjung. Atas kondisi tersebut, Hendi menyampaikan permohonan maafnya.
"Kami mohon maaf, bahwa Kota Lama salah satu destinasi wisata hari ini sedang dibongkar. Namanya pembangunan pasti ada dampak yang tidak baik, misalnya kemacetan, debu. Kami mohon maaf," ucapnya.
Meski demikian, Hendi menyatakan optimis jika pada awal Januari 2019 mendatang, proses pembangunan dalam rangka upaya mempercantik dan memperindah Kawasan Kota Lama akan rampung.
"Tapi insyaallah pada Januari 2019 nanti, Kota Lama bisa menjadi tempat yang indah, nyaman untuk dikunjungi. Kalau ada masukan begitu, nanti saya akan minta kepada PDAM, Perkim, Taman atau Damkar untuk membantu penyiraman untuk menghilangkan debu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kota-lama_20180724_162124.jpg)