Kasus Penganiayaan
GEGER Video PNS Diduga Dicekik Dianiaya Oknum Anggota DPRD Brebes
GEGER Video PNS Diduga Dicekik Dianiaya Oknum Anggota DPRD Brebes. Korbana dalah pengawas sekolah di Jatibarang
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Tindakan penganiayaan dan persekusi terpampang di satu video yang tersebar media sosial di Brebes.
Video tersebut menggambarkan satu orang yang diperlakukan buruk hingga dianiaya oleh kelompok tertentu.
Di dalam video, pelaku merasa tidak diterima dengan kata-kata hinaan atau penodaan yang dilontarkan korban kepada keluarganya hingga terjadi persekusi dan penganiayaan.
Berdasarkan penelusuran, tindakan tersebut dilakukan terhadap korban yang merupakan seorang pegawai negeri sipil atau PNS di lingkungan Pemkab Brebes. Diduga korban itu bernama Untung.
Dia merupakan pengawas sekolah yang berdinas di Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Jatibarang, Brebes.

Sedangkan pelakunya merupakan oknum anggota DPRD Brebes berinisial P.
Dalam video berdurasi 3 menit 44 detik tersebut, korban Untung yang masih berpakaian dinas lengkap dikerumuni sejumlah orang.
Kemudian, korban dihina bahkan diancam dibakar dan dibunuh. Pernyataan tak pantas pun keluar dari mulut oknum wakil rakyat tersebut.
Korban hanya tertunduk dan menjawab pertanyaan pelaku secara terbata-bata.
Selain video, juga tersebar foto- foto yang memperlihatkan korban berlutut di hadapan kaki seseorang dan korban dicekik.
Dalam video tersebut, tidak terlihat muka pelaku, namun hanya suaranya saja yang terdengar.
Namun, Ketua DPRD Brebes, Illia Amin, membenarkan bahwa suara tersebut diduga adalah suara anggota dewan berinisial P dari fraksi Partai Golkar.

"Saya sebagai pimpinan akan meminta konfirmasi ke yang bersangkutan. Apakah hal tersebut benar atau tidak?," kata Illia saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/9/2018).
Meskipun di video tersebut jelas ada aksi persekusi dan penganiayaan, dirinya wajib untuk meminta keterangan dan melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan.
Atas kejadian itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD tidak bisa semata- mata langsung menindaklanjutinya.
Menurutnya, Badan Kehormatan akan bekerja jika ada laporan dari masyarakat ataupun dari pimpinan dewan.
"Secara kode etik, anggota legislatif itu tetap diatur. Bagaimana dia bersikap santun berbicara, bertindak, menghargai orang lain dan lain- lain," jelas politisi PDIP tersebut.
Sementara, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan Brebes, Imam, membenarkan bahwa korban persekusi di dalam video tersebut merupakan seorang pengawas yang bekerja di Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Jatibarang.
"Ya betul, dia Pak Untung," ucapnya.
Pihaknya akan memanggil korban untuk meminta keterangan apa yang terjadi sebenarnya.
Diketahui, kejadian di dalam video tersebut terjadi pada Selasa (18/9/2018) sore. Sementara, lokasi kejadian berada di Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Jatibarang tempat dimana korban bekerja.
Saat korban didatangi di kantornya untuk dimintai konfirmasi sejumlah awak media, yang bersangkutan tidak berada di ruang kerjanya.
Begitu juga dengan Kepala UPT yang tidak ada di lokasi.
Pegawai yang ada di kantor mengatakan tidak tahu keberadaan Untung. Sedangkan Kepala UPT sudah pulang setelah rapat.
Tidak sampai di situ, awak media juga mendatangi rumah korban yang berada di Kecamatan Jatibarang, tidak jauh dari Kantor UPT Pendidikan.
Rumah lantai dua tersebut tampak sepi. Pintu dan jendela tertutup rapat. Dua pagar depan juga terlihat dirantai dengan dikaitkan gembok.
Tidak ada jawaban sama sekali saat kata salam dilontarkan.
Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, oknum anggota DPRD Brebes berinisial P tersebut enggan memberikan keterangan terkait video yang tersebar tersebut.
Ia juga tidak berkenan ketika diajak bertemu untuk menerangkan duduk permasalahannya.
"Saya mau keluar kota. Ada Bintek di Jakarta," ucapnya singkat. (*)