Unik! Gundukan Batu di Desa Toso Batang Bisa Mengeluarkan Bunyi Mirip Suara Gamelan
di Dukuh Margosari, Desa Toso, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah terdapat gundukan batu-batu besar yang unik
Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani
TRIBUNJATENG.COM, BATANG- Berada di kaki sebuah bukit yang terletak di Dukuh Margosari, Desa Toso, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah terdapat gundukan batu-batu besar yang unik warga sekita menyebutnya batu gamelan.
Pasalnya, gundukan batu-batu besar yang menemoati areal tanah sekitar 600 meter persegi tersebut apabila dipukul bisa mengeluarkan bunyi seperti gamelan pada umumnya.
Letaknya pun tak jauh hanya sekitar satu kilometer dari pemukiman warga, untuk menuju lokasi batu tersebut akan disuguhkan dengan hamparan sawah hijau yang subur.
Banyak warga sekitar bahkan warga luar daerah tersebut penasaran untuk melihat langsung bunyian gamelan dari batu itu.
Perangkat Desa Toso Kecamatan Bandar Rahono mengatakan batu Gamelan sudah ada sejak zaman dahulu, yang konon menurut cerita bisa mengeluarkan bunyi sendiri di waktu - waktu tertentu.
"Dari cerita nenek moyang saya keberadaanya batu gamelan sudah ada sejak dahulu, yang sering bunyi sendiri seperti suara alat musik gamelan," tuturnya, Rabu (19/9/2018).
Dikatakannya, bunyi suara yang bersumber dari batu gamelan itu terdengar sampai ke kampung dan bunyinya hanya terdengar di hari kramat menurut orang Jmjawa, diantaranya hari Selasa Kliwon dan Jumaat Kliwon.
"Namun sekarang bunyinya ketika dipukul saja, dan sekarang lebih banyak dimainkan oleh warga dan pemuda," jelasnya.
Ketua Paguyuban Seni Gamelan Syaban Margosari, Tarmuji mengatakan warga dn pemuda sering memainkan musik pada batu gamelan tersebut yang bisa menciptakan irama dengan lagu-lagu tradisional seperti Prahu Layar, Lir-ilir, Caping Gunung dan lainnya.
"Biasanya kami mainkan empat sampai lima orang yang menabuh dengan diiringi nyanyian bersama lagu tradisional," tuturnya.
Sementara, Bupati Batang Wihaji yang ikut dalam memainkan musik batu gamelan mengatakan, batu gamelan sangat unik dan menarik untuk dijadikan destinasi, sepuluh batu yang memiliki bunyi yang berbeda, ada yang berbunyi nada seperti kenong, gong yang menyerupai persis alat musik gamelan.
"Saya akan datangkan pakar seni untuk meneliti nda bunyinya, agar bisa dimainkan secara profesional," ujarnya.
Wihaji berencana kedepan Pemkab akan menata destinasi baru ini dengan menggelar festival, yang sesuai cerita zaman dulu di hari - hari keramat, hal ini lebih untuk melestarikan kearifan lokal serta untuk mendukung tahun kunjungan wisata Batang 2022. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/beberapa-warga-hingga-bupati-wihaji_20180919_184526.jpg)