Berita Batang
Pemkab Batang Siapkan Pembaruan Kapal Keruk Senilai Rp 5 Miliar pada 2027
Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja pengerukan muara dengan merencanakan
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja pengerukan muara dengan merencanakan pembaruan kapal keruk (evakuator) yang dinilai sudah tidak optimal.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Batang, Hermanto, mengungkapkan bahwa rencana tersebut telah masuk dalam pembahasan internal pemerintah daerah.
Bahkan, Bupati Batang telah memberikan arahan langsung agar kajian dilakukan secara khusus bersama Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang).
“Ini sudah menjadi pembahasan di Pemkab Batang. Pak Bupati juga sudah memerintahkan, dan kami sudah dipanggil oleh Kepala Bapelitbang untuk membahas secara khusus,” kata Hermanto kepada Tribunjateng, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi kapal keruk yang saat ini digunakan sudah berusia sekitar 12 tahun.
Secara teknis, alat tersebut masih dapat dioperasikan, namun performanya dinilai tidak lagi maksimal untuk mendukung pekerjaan pengerukan, terutama di area muara.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tersangka Pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo Hari Ini Diperiksa di Polresta Pati
“Kita tahu kondisi muara kita dan peralatan yang ada. Kapal keruk usianya sudah 12 tahun, sehingga untuk kerja sudah tidak efektif. Walaupun sampai saat ini masih bisa digunakan, tapi memang tidak maksimal,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan pengadaan kapal keruk baru melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang.
Rencana anggaran yang diajukan mencapai sekitar Rp5 miliar dan ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
“Sudah kita usulkan, insyaallah masuk dalam tahun anggaran 2027. Anggarannya kurang lebih sekitar Rp5 miliar dari APBD,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah, menilai bahwa pembaruan alat berat tersebut memang menjadi kebutuhan mendesak, mengingat pentingnya fungsi pengerukan dalam menjaga kelancaran aktivitas nelayan dan mencegah pendangkalan muara.
“Kalau melihat dari kebutuhan, itu memang harus. Untuk tahun ini jelas belum memungkinkan, tapi untuk tahun depan nanti akan kami bahas di pimpinan. Intinya untuk penambahan ekskavator, kalau anggarannya mencukupi, tentu akan kita dorong,” ucap Junaenah.
Dengan adanya rencana pembaruan ini, diharapkan kinerja pengerukan di wilayah pesisir Batang dapat lebih optimal, sehingga mendukung aktivitas nelayan serta menjaga keberlanjutan fungsi pelabuhan dan muara dari risiko pendangkalan. (Ito)
| Nelayan Batang Mengadu ke DPRD, Harga Solar Melonjak hingga Rp30 Ribu Bikin Kapal Anggur |
|
|---|
| Ribuan Anak Putus Sekolah di Batang, Bupati Faiz Siapkan Sayembara Pendidikan untuk Desa |
|
|---|
| DP3AP2KB Batang Tangani 65 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak 2025, Didominasi Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Sawah Produktif Jadi Wisata Rob, PMI Batang Tebar Ribuan Bibit Mangrove dan Ikan di Denasri Kulon |
|
|---|
| Iming-iming Uang Ratusan Juta Rupiah Diduga Jadi Awal Mula Video Bandar Membara Bergetar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260504_hermanto.jpg)