Waspadai Penipuan, Orang Tak Dikenal Mengaku Pegawai PLN Bongkar Meteran Listrik
Waspadai Penipuan, Orang Tak Dikenal Mengaku Pegawai PLN Bongkar Meteran Listrik dan minta tanda tangan
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM - Ayla Syifa NF (Xiao BI) seorang warga yang tinggal di Jawa Timur hampir tertipu oleh orang yang tidak dikenal dengan modus penggantian spedometer atau meteran listrik yang telah lama.
Kejadian tersebut dipostingnya pada Facebook. Berikut kronologinya:
"Kejadiannya tadi siang saat nyokap sendirian di rumah, datang tiga orang katanya dari PLN, memeriksa speedometer listrik, menyuruh nyokap menyalakan seluruh lampu rumah, mesin cuci, TV. Terang saja njeglek (lompat saklarnya) sehingga mati arus listrik," tulisnya, Selasa (18/9/2018) pukul 18.30 WIB.
Ayla saat kejadian itu belum ada di rumah. Ia mengaku curiga sebab kedua orang tersebut mengaku dari PLN dan meminta tanda tangan untuk melakukan penggantian meteran listrik yang telah lama.
Ayla kemudian meneruskan ceritanya, untung ia datang ke rumah tepat waktu.
"Dengan alasan meteran sudah lama dan harus ganti para bapak itu meminta tanda tangan, katanya persetujuan untuk mengganti spedo. Salah satu bapak sudah membongkar bagian bawahnya. Untung saya datang tepat waktu, saya tanya detail mereka darimana, apakah ada ijin surat, jawabannya ngambang dan mulek," jelas Ayla.
Ayla tidak lantas percaya begitu saja kepada dua orang yang mengaku pegawai PLN tersebut. Ia bertanya kenapa yang diganti hanya spedo rumahnya saja. Sedangkan para tetangganya tidak.
Berikut ini percapakan Ayla dengan kedua orang tersebut yang datang menggunakan mobil Avansa N 497 VR.
"Lha kalau ndak mau tanda tangan nanti diputus listriknya," jelas bapak yang mengaku pegawai PLN.
"Silakan Pak," jawab Ayla.
Ayla semakin curiga manakala mereka berusaha menutup wajah.
"Kita bawa polisi mbak," kilah Bapak tersebut.
"Silakan disuruh keluar pak polisinya jangan cuma di dalam mobil," jelas Ayla.
Dari keterangan Ayla mereka hanya bermain hp.
Menanggapi kejadian ini, Manager PLN Area Semarang Donny Adriansyah kepada Tribunjateng.con mengimbau kepada masyarakat Jateng, khususnya Semarang harus waspada.
"Warga bisa menanyakan Surat Tugasnya. Kalau petugas Penertiban Pemakaian Aliran Listrik ada surat tugasnya. Sewaktu ada pemeriksaan Warga/Pelanggan berhak meminta surat tugas ke petugas," jelas Donny, Rabu (19/9/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-meteran-listrik_20180919_182226.jpg)