Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UPDATE! Begini Tim Prabu Ungkap Pelaku Pengeroyokan Suporter Jelang Persib Vs Persija

Fakta baru kasus pengeroyokan Haringga Sirla (23), The Jakmania Persija Jakarta hingga tewas di Stadion GBLA Bandung

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: galih permadi
Youtube
Salah satu pelaku pengeroyokan Haringga Sirla di stadion GBLA. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fakta baru kasus pengeroyokan Haringga Sirla (23), The Jakmania Persija Jakarta hingga tewas di Stadion GBLA Bandung terungkap dalam acara 86 Net TV yang disiarkan Rabu (26/9/2018) malam.

Ketua Tim Prabu 1 Polrestabes Bandung, Ipda Basar mengatakan Tim Prabu bergerak cepat usai mendapat laporan warga adanya pengeroyokan suporter hingga tewas.

“Kami mendapat perintah dari Pak Wakapolres untuk mendatangi dimana warga laporan ada pengeroyokan,” ujarnya.

Lokasi pengeroyokan berada di ring 2, berada di luar pagar Stadion GBLA.

Sedangkan ring 1 diperuntukkan bagi suporter yang mampu menunjukkan tiket pertandingan Persib Vs Persija.

Tim Prabu lantas menuju lokasi. Sayang, nyawa Haringga sudah tidak tertolong. “Ini siapa yang gebukin,” seloroh anggota Tim Prabu.

Baca: Kisah Fadil, Anggota The Jak Mania Tegal Dikeroyok Seusai Nobar di Kafe

Seorang suporter lantas memberitahu jika dirinya membawa jenazah Haringga tak jauh dari lokasi pengeroyokan.

Terlihat jenazah Haringga sudah ditutupi karung putih.

“Tadi kan di sana, terus saya amanin di sini pak,” ujar pemuda tersebut.

“Katanya KTP korban asli Jakarta,” timpal pria lain.

“Emang setiap orang Jakarta The Jak?,” tanya anggota Tim Prabu.

“Ya ngga tahu saya mah,” timpal pria tersebut.

 “Tim kami sampai ke TKP, dia (korban) sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Ipda Basar.

Tim Prabu lantas menuju lokasi kejadian pengeroyokan.

Tak lama berselang seorang pemuda memakai jersey Persib menghampiri Tim Prabu dan menunjukkan video pengeroyokan Haringga.

“Ini pak saya punya bukti video pengeroyokan,” ujarnya.

“Ada tadi KTA dan stiker (The Jak). Saya hanya memvideo tidak ikut-ikutan,” imbuhnya.

Berawal dari video tersebut, Tim Prabu lantas menyisir lokasi untuk menangkap pelaku pengeroyokan.

Hasilnya ada 5 pelaku yang ditangkap di sekitar TKP.

“Kami lalu menghubungi Inafis untuk mengamankan jenazah tersebut,” ujarnya.

Satreskrim Polrestabes Bandung menggelar rekontruksi kasus pengeroyokan hingga tewas anggota The Jakmania, Haringga Sirla (23), di area parkir Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (26/9/2018). Rekontruksi yang melibatkan delapan tersangka oknum bobotoh dan enam orang saksi tersebut dilakukan secara bergantian dalam 16 adegan. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Satreskrim Polrestabes Bandung menggelar rekontruksi kasus pengeroyokan hingga tewas anggota The Jakmania, Haringga Sirla (23), di area parkir Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (26/9/2018). Rekontruksi yang melibatkan delapan tersangka oknum bobotoh dan enam orang saksi tersebut dilakukan secara bergantian dalam 16 adegan. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR)

Mencari Bercak Darah

Tim Prabu menyisir lokasi dengan petunjuk bercak darah di badan warga.

Tim Prabu akhirnya mendapatkan petunjuk awal dari seorang bapak-bapak berkaos abu-abu celana pendek. Tim menginterograsi pria tersebut lantaran terdapat bercak darah di celananya.

“Itu darah semua itu,” ujar seorang anggota Tim Prabu.

“Saya hanya bantu saja pak. Saya tidak mukul,” ujarnya.

“Iya, tapi bisa menjadi saksi dulu pak. Tapi bapak jangan  pernah membantah kalau itu darah,” pinta seorang tim Inafis.

“Siap pak,” jawabnya.

Tim Prabu lantas menemukan identitas korban.

“Tapi saya berharap kamu bisa nyebutin siapa (pelaku) di sekitar situ. Minimal satu saja,” ujar Tim Prabu.

“Wah saya ngga tahu kalau suruh sebutin. Ada yang pakai batu. Lalu saya lerai ‘sudah…sudah’,” ujarnya.

“Kita mengamati satu demi satu warga di sekitar celana dan sepatu ada bercak darah,” kata Ipda Basar.

Aksi mengambil gambar Kartu Tanda Anggota (KTA) The Jak Mania, yang diklaim dilakukan oleh Haringga Sirila, sehingga tertangkap oleh oknum bobotoh, di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018).
Aksi mengambil gambar Kartu Tanda Anggota (KTA) The Jak Mania, yang diklaim dilakukan oleh Haringga Sirila, sehingga tertangkap oleh oknum bobotoh, di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018). (Istimewa)

Berusaha Berbohong

Tim Prabu lantas mendapatkan laporan 1 pelaku ditangkap dan bisa menjadi petunjuk.

Seorang remaja berbaju hitam dan berkumis tipis lalu diinterograsi.

Awalnya ia berbohong, jika ada darah di tangan dan kakinya.

“Kaki saya berdarah karena kena pagar. Tadi rusuh di situ,” ujarnya.

Petugas menanyakan tiket pertandingan. Namun ia mengatakan jika ia sudah memiliki tiket tapi hilang.

“Tadi sudah beli tiket, cuma hilang pak,” ujarnya.

“Kita mencurigai beberapa orang dari mulai lihat bercak darah di celana, kaos, jaket dan sepatu,” kata Ipda Basar.

Tim lantas mendesak pria tersebut untuk mengaku sebagai pelaku pengeroyokan. Tim menyakini jika ia pelaku pengeroyokan dari video yang didapat.

“Kamu ikut mukul juga kan?,” tanya seorang anggota.

“Ngga pak. Kalau darah ini dari tangan saya pak,” jawabnya.

Namun pria tersebut tak bisa lagi mengelak ketika tim menunjukkan video pengeroyokan.

“Iya ikut pak,” jawabnya pasrah.

Tim Prabu menyisir kembali dan mendapati empat pelaku lainnya. 5 pelaku kemudian dibawa ke Polsek Gedebage untuk dimintai keterangan.

Tetapkan 8 Tersangka

Kepolisian Resor Bandung menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan seorang suporter Persija Jakarta atau The Jakmania, Haringga Sirila, oleh oknum bobotoh di halaman parkir gerbang biru Stadion GBLA, Rabu (26/9/2018). 

Dari peristiwa yang terjadi Minggu (23/9/2018)lalu, polisi menghadirkan delapan tersangka yakni Budiman (41), Goni Abdurahman (20), Cepi Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Joko Susilo (39) serta dua tersangka masih di bawah umur, Shm (17‎) dan Dfh (16).

Rekonstruksi ini, juga ditunjukan 16 adegan yang melibatkan para tersangka‎.

Kemudian juga menghadirkan enam saksi, dua di antaranya Adang Ali (67) dan Dede Supriyadi (40).

Dalam rekonstruksi ini, tidak ada adegan bagaimana awal mula Haringga bisa diketahui sebagai suporter Persija.

Rekonstruksi bermula saat Adang, penjual bakso, berusaha menghentikan massa yang menyeret Haringga ke dekat gerobak rodanya.

Kemudian Budiman memukul korban dengan tongkat di sebelah gerobak roda bakso.

Saat itu, Haringga dalam posisi duduk di trotoar dan Budiman berdiri di belakangnya kemudian memukul tiga kali ke kepala dan tubuh Haringga.

Setelah itu, giliran Shm memukul korban dua kali dengan tangan kiri dan kanan ke kepala korban.

Pada bagian kepala korban, Shm memukulnya dengan keling.

Pengeroyokan berlanjut oleh Dadang Supriatna dengan cara menendang kepala korban yang sudah terbaring di bawah trotoar.

"Saat dia berusaha bangun, saya tendang kepalanya karena kepalanya dekat dengan kaki saya," ujar Dadang.

Goni yang berada di sisi lain saat Dadang menendang kepala korban, menginjak-injak punggung korban yang ‎baru saja tersungkur setelah dihajar Dadang.

Aditya yang semula sempat berusaha melerai pengeroyokan namun akhirnya ikut menendang tubuh korban setelah melihat kartu tanda anggota The Jak Mania di saku korban dan membakarnya menggunakan korek api.

"Saya menendang punggungnya dua kali, saat itu dia sudah berdarah," ujarnya.

Dfa, yang masih belia, menginjak-injak perut korban dengan kaki kanannya sebanyak dua kali.

Di saat bersamaan, Cepi juga menendang punggung korban‎ dua kali.

Kemudian Joko, sempat tidak mengakui memukul atau menendang korban.

"Saya tidak ikutan memukul," ujar Joko.

Mimik mukanya tampak tertekan dan marah. Ia bahkan terlihat mengancam Dani yang justru melihat Joko menendang korban.

Polisi langsung menghardik Joko.

"Kamu enggak ngancam-ngancam Dani segala, saya lihat muka kamu ke Dani," ujar seorang polisi.

Namun, Joko tetap mengelak ia menendang atau memukuli.

Akhirnya, Dani memperagakan adegan Joko memukul dan menendang korban. Kemudian, adegan Joko memukul dan menendang digantikan seorang polisi.

Dalam adegan tersebut, ada adegan yang diperankan anggota polisi.

Adegan tersebut saat korban terkapar tak berdaya, sebuah pipa ‎ditusukkan ke tubuh korban. Lalu massa menyeret korban.

Terkait hal itu, polisi belum menemukan tersangka yang menusukkan pipa besi itu sehingga perannya digantikan.

Termasuk tersangka lain yang pertama kali menyeret Haringga ke dekat gerobak roda bakso milik saksi Adang Ali.

Lalu, seorang pria yang menyeret korban dari dekat motor seperti terlihat dari video pengeroyokan yang beredar.

"Kami masih memburu tersangka lain karena seperti yang kami katakan sebelumnya, tersangka kemungkinan besar bertambah," ujar Yoris.

"Rekonstruksi untuk memperjelas peran setiap tersangka," kata Yoris. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved