Gempa Donggala

Turut Berduka, 410 Jenazah Ditemukan di Pantai Talise Palu

Hingga Sabtu siang, mereka telah mengevakuasi 410 jenazah yang ditemukan di sekitar Pantai Talise di Palu

Turut Berduka, 410 Jenazah Ditemukan di Pantai Talise Palu
tribunnews.com
Gedung-gedung rusak di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Gempa bumi 7.7 SR yang disertai gelombang tsunami meluluhlantakan pesisir pantai di Palu 

TRIBUNJATENG.COM - Kepolisian melalui satuan Brimob dan Sabhara dikerahkan untuk membantu mengevakuasi korban luka dan meningga akibat gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hingga Sabtu siang, mereka telah mengevakuasi 410 jenazah yang ditemukan di sekitar Pantai Talise, salah satu wilayah di Palu yang paling parah terdampak gempa dan sapuan tsunami setinggi 3-5 meter.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kini 410 jenazah tersebut dievakuasi ke RS Bhayangkara di kota Palu.

"Brimob dan Sabhara sudah melakukan evakuasi, sudah ratusan mayat, di RS Bhayangkara telah dievakuasi 410 mayat. Yang sudah diidentifikasi 97 jenazah dan 30 di antaranya dibawa pulang keluarga," ujar Dedi ketika dikonfirmasi, Sabtu (29/9).

Diperkirakan masih banyak lagi jenazah korban gempa dan tsunami yang akan ditemukan di bawah reruntuhan bangunan di sekitar Pantai Talise mengingat temuan 410 jenazah adalah hasil pencarian kasat mata. Petugas belum bisa mengevakuasi para korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan mengingat beratnya medan dan tidak adanya peralatan pendukung.
"Kondisi dievakuasi sekitar pantai sekitar yang terlihat, kalau yang belum berhasil dievakuasi yang di reruntuhan bangunan. Peralatan sangat terbatas," tukasnya.

Selain warga sipil, pihak Polda Sulteng juga menjadi korban dari dasyatnya gempa pada Jumat kemarin.

Kantor Mako Ditlantas Polda Sulawesi Tengah yang berada di Jalan Rajamoili, Kota Palu, juga mengalami kerusakan parah. Hampir seluruh atap bangunan kantor tersebut jatuh dan hancur. Beberapa bagian tembok bangunan juga terlihat ambruk. Bahkan, sejumlah mobil patroli Ditlantas yang terparkir juga tampak rusak akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Selain itu, sebuah bangunan masjid di dalam kantor Ditlantas tersebut juga hancur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu hingga Sabtu siang adalah sebanyak 384 orang. Sebanyak 540 orang mengalami luka dan 29 orang dinyatakan hilang di Kelurahan Pantoloan Induk.

Dan sejauh ini, belum ada data dari lembaga pemerintah yang berhasil mendata jumlah korban maupun kerusakan akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Kabupaten Donggala, Sulteng. Hal itu, dikarenakan jalur transportasi, listrik hingga telekomunikasi di wilayah tersebut hancur dan lumpuh.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memperkirakan jumlah korban akibat gempa diikuti tsunami di Sulteng bisa terus bertambah hingga ribuan orang. Sebab, gempa 7,4 magnitudo terbilang besar dan diperparah dengan adanya sapuan tsunami.

Dia teringat kejadian gempa berkekuatan lebih 9,1 SC diikuti gelombang tsunami setinggi 30 meter yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Saat awal peristiwa jumlah korban yang dilaporkan kepadanya selaku wakil presiden hanya puluhan orang. Namun, pada sore hari, jumlah korban sudah mencapai ratusan orang dan terus bertambah hingga ribuan pada hari-hari berikutnya. "Yang baru dilaporkan 384 yang hilang. Tapi, itu bisa sampai seribu, ribuan itu," kata Kalla. (tribunjateng/cetak/tribun netwrk/dit/coz)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved