Liga 1
Jalani Empat Pertandingan, Jafri Sastra Catatkan Statistik Menjanjikan
PSIS Semarang sukses mewujudkan misi mencuri poin di kandang Persela Lamongan, Jumat (5/10/2018) kemarin, dengan skor 1-1
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang sukses mewujudkan misi mencuri poin di kandang Persela Lamongan, Jumat (5/10/2018) kemarin, dengan skor 1-1.
Koleksi satu poin ini menambah catatan manis bagi Jafri Sastra yang ditunjuk sebagai pelatih baru Mahesa Jenar, menggantikan pelatih PSIS sebelumnya asal Italia, Vincenzo Alberto Annese.
Dalam empat pertandingan bersama PSIS, kinerja Jafri terbilang cukup apik, kendati sempat diragukan di awal-awal penunjukannya.
Bahkan, dalam debut kompetitifnya bersama PSIS, eks pelatih Persis Solo ini sukses mengantarkan PSIS pulang membawa tiga poin dari kandang PSMS Medan.
Sempat kalah atas Persija di laga away berikutnya, PSIS kembali menang saat berstatus tuan rumah ketika menjamu Perseru Serui. Kemudian di laga terakhir, PSIS kembali mencuri poin di kandang Persela.
Berkat tambahan tujuh poin dalam empat laga, turut mendongkrak posisi PSIS dipapan klasemen saat ini. Hari Nur dkk keluar dari zona degradasi. Posisi PSIS sempat ada di urutan 15. Atau berada di luar zona degradasi.
Disinggung mengenai grafik PSIS saat ini yang mulai meningkat, Jafri mengatakan pemberian motivasi kepada pemain menjadi kuncinya.
"Yang pastinya saya selalu memotivasi mereka. Saya tidak melihat dari usia mereka," kata Jafri.
Sosok pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini berusaha langsung beradaptasi sekaligus menciptakan suasana nyaman dengan pemain.
Sebab, jika dibanding pelatih sebelumnya, salah satu faktor dipecatnya Vincenzo Annese lantaran komunikasi dengan pemain dikabarkan kurang bagus.
"Disini adalah gabungan pemain yang matang pengalaman. Kemudian pemain pemain muda yang baru naik dari Liga 2 dan tahun ini bermain di Liga 1. Tentunya motivasi yang harus saya berikan terus kepada mereka. Seperti apa agar menjadi pemain yang profesional yang dihargai," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, gelandang asing PSIS asal Sierra Leone, Ibrahim Conteh membenarkan, salah satu kelebihan Jafri Sastra yakni mampu merebut hati pemain PSIS.
"Ya, dengan coach Jafri kita lebih relaks. Tapi bukan berarti pelatih sebelumnya tidak bagus. Dia juga pelatih bagus tapi kurang lucky (beruntung) di tim ini," kata pemain kelahiran 2 November 1996 ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatih-psis-semarang-jafri-sastra_20181006_225059.jpg)