Tribunjateng Hari ini
Sore Ini, PSIS Bertekad Putus Rekor Dua Kali Kalah dari Persiku Kudus
PSIS Semarang berharap meraup poin maksimal saat melakoni laga tandang kontra Persiku Kudus.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - PSIS Semarang berharap meraup poin maksimal saat melakoni laga tandang kontra Persiku Kudus, Sabtu (11/4/2026) sore ini.
Laga lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-24 itu akan berlangsung di Stadion Wergu Wetan, Kudus.
Sayang, dalam laga itu PSIS dipastikan akan tampil pincang sebab kehilangan lima pilar kunci.
Lima nama yang absen terdiri atas kiper Rizky Darmawan (absen dua laga karena kartu merah), serta empat pemain yang terkena hukuman akumulasi kartu, yakni Dani Ibrohim, Delfin Rumbino, Ocvian Chanigio, dan Esteban Vizcarra.
Selain itu, ada dua pemain yang masih berkutat dengan cedera, yakni Aqsha Prawira dan Fridolin Yoku.
Meski demikian, pelatih PSIS, Andri Ramawi, memastikan kondisi tim dalam keadaan siap tempur.
“Kami sudah sangat siap untuk laga besok (sore ini—Red), dan selama persiapan ini alhamdulillah tidak ada pemain yang cedera,” kata Andri dalam jumpa pers H-1 sebelum laga, Jumat (10/4/2026).
“Semoga besok (sore ini—Red) kami bisa meraih hasil positif,” sambungnya.
Pertandingan sore ini menjadi krusial bagi Mahesa Jenar.
Tiga poin menjadi harga mati, demi menjauh dari zona playoff degradasi ke Liga Nusantara alias Liga 3.
Saat ini, PSIS hanya terpaut dua poin dari Persiba Balikpapan yang berada di bawahnya.
Di sisi lain, menjelang pertemuan ketiganya, PSIS dibayangi dua kekalahan telak dari Persiku.
Dalam dua pertemuan awal, PSIS selalu kesulitan saat menghadapi Persiku.
Skuat Mahesa Jenar menelan kekalahan telak 0-4 pada putaran pertama dan kembali kalah 0-3 pada pertemuan berikutnya.
Sosok Igor Henrique, ujung tombak Persiku, menjadi pemain paling gacor lewat hattrick-nya dalam dua laga awal itu.
| Bantah terkait Korupsi MBG, Ketua DPRD Jateng Ngaku Tak Kenal Sony Sonjaya |
|
|---|
| Musthofa Tunaikan Nazar Jalan Kaki dari Donohudan ke Suruh Sepulang Haji |
|
|---|
| Ngaku Habib dan Pengajar Ponpes, Warga Salatiga Cabuli Delapan Santriwati |
|
|---|
| Pemerintah Janji Tak Naikkan Harga Solar dan Pertalite |
|
|---|
| Kasus Investasi Bodong dan Penipuan Seret Dua Nama Pelaku Lain, Djoko: Terencana dan Terorganisir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-SABTU-10-MARET-2026.jpg)