DPD APJI Jateng Dorong Pengusaha Katering Manfaatkan Media Sosial untuk Pemasaran
Kemajuan tekhnologi di era milenial memaksa para pengelola usaha katering harus berinovasi.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kemajuan tekhnologi di era milenial memaksa para pengelola usaha katering harus berinovasi.
Mereka diharapkan melakukan terobosan dalam hal penyajian menu hingga pengemasan (packaging) agar lebih menarik.
Untuk itu, DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonessia (APJI) Jateng, mendorong seluruh anggotanya untuk memperhatikan hal itu. Termasuk juga memanfaatkan media sosial dalam hal pemasarannya.
"Tidak bisa dipungkiri, setiap kita bertemu pelanggan selalu meminta contoh foto menu makanan. Kalau foto menu yang kita berikan tidak menarik, pasti klien tidak tertatik memakai jasa katering kita," kata Ketua Ketua DPD APJI Jateng, Lilik Agus Gunarto, Selasa (9/10/2018).
Untuk mendorong hal itu, DPD APJI Jateng akan menggelar Rapar Kerja Daerah (Rakerda) yang di dalamnya akan diisi sosialisasi layanan prima di era milenial pada Rabu (10/10/2018) besok. Rakerda tersebut direncanakan diikuti 14 DPC APJI Kabupaten/ Kota se Jateng.
Yaitu DPC APJI Kota semarang, Kota Salatiga, Semarang, Rembang, Grobogan, Kota Purwodadi, Jepara, Blora, Pemalang, Kendal, Kudus, Temanggung dan Magelang.
"Kami menyadari, sekitar 500 pengusaha katering anggota APJI di Jateng saat ini tidak semuanya sudah memanfaatkan tekhnologi. Apalagi masih banyak pengusaha katering yang merupakan generasi pertama. Hanya sebagian saja yang sudah dipegang generasi kedua atau ketiga," ucapnya.
Ketua DPC APJI Kota Semarang, Joko Dwi Anggono menambahkan, di era sekarang, makanan dilihat tidak hanya dari rasa saja tetapi juga penampilan. Jika para pengusaha katering tidak siap mengubah cara lama dalam memasarkan beragam menunya, maka dipastikan akan kalah dengan pengusaha katering yang lain.
"Jadi tidak hanya enak, tapi bagaimana mengemas makanan itu yang instagramable. Jika tidak demikian, pasti akan tergilas katering yang sudah beralih menggunakan teknologi," tambahnya.
Masih banyaknya anggota APJI yang merupakan generasi pertama, menjadikan kendala tersediri. Pasalnya mereka merupakan generasi orang tua yang kurang menguasai tekhnologi. Untuk itu, APJI mendorong seluruh anggota untuk mengikuti perkembangan teknologi.
"Ke depan kami juga akan merealisasikan website resmi APJI sehingga itu bisa dijadikan sarana untuk promosi. Di situ nantinya akan terpajang foto beragam menu makanan. Tentunya secara penyajian sudah instagramable," jelasnya.
Di samping itu, Rakerda yang akan digelar juga berkaitan dengan kepemilikan sertifikat higienis dan penjamah yang wajib dikantongi setiap usaha katering. Saat ini, dari 500 pengusaha katering anggota APJI baru 50 persen yang sudah memilikinya. Kemudian hanya 25 persen yang sudah bersertifikat halal dari MUI.
"Dengan mengikuti APJI akan lebih mudah mendapatkan sertifikat itu karena APJI mengeluarkan rekomendasi kepada Dinas Kesehatan dan MUI. Harapannya kita bisa maju dan berkembang bareng," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengurus-dpd-apji-jateng_20181009_204146.jpg)