Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

TERNYATA, Anies Syarchie Pesepeda Korban Tabrak Lari Itu Atlet Balap Sepeda

Rumah keluarga Anies Syarchie (63) di Semarang nampak samar-samar dengan cahaya temaram, terlihat berduka

Tayang:
Istimewa
Seorang Pesepeda Meninggal Dunia Usai Ditabrak Lari di Banyumanik Semarang 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah keluarga Anies Syarchie (63) di Semarang nampak samar-samar dengan cahaya temaram, terlihat berduka, Rabu (10/10/2018) malam.

Di depan rumah masih ada kursi-kursi terjejer usai pengajian dilangsungkan, beberapa orang juga masih terus berdatangan melayat.

Karangan bunga yang mengaturkan bela sungkawa juga berjajar di sana, termasuk di antaranya dari
Ikatan Penggiat Olahraga Sepeda Jakarta.

Anies menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan atau tepatnya depan PT Sari Moto, Banyumanik Kota Semarang sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.

Dirinya yang beralamatkan Jakarta meninggal dunia di lokasi setelah diseruduk sebuah kendaraan yang belum diketahui dari belakang.

Kejadian bermula saat pria yang baru sehari tinggal di Kota Lunpia ini melaksanakan olahraga sepeda pagi.

Erna Nabillah, istri Anies menjelaskan bahwa suaminya yang baru sampai di Semarang pada Selasa (9/10/2018) sekitar pukul 16.00 WIB itu lantaran rindu ibunya.

Mereka sempat bertukar pesan, Anies mengirimkan foto ibunya kepada sang istri.

Paginya tepat di hari Rabu (10/10/2018), selepas menjalankan salat Shubuh suaminya itu hendak ke Bandungan, bertemu dengan teman-teman pesepedanya.

"Kalau Babah (panggilan Erna untuk Anies), memang sering sepedanan ke Bandungan jika di Semarang. Bahkan dari zaman belum menikah, Babah merupakan atlet balap sepada yang masuk 10 besar di Jawa Tengah," jelasnya.

Bahkan karena kecintaannya kepada dunia sepeda, Anies sering kali menyebut sepeda sebagai 'istriku yang pertama'.

Kemana-mana, ia sering kali membawa turut sepeda di mobilnya.

Namun siapa yang nyana, jika sepedanan pagi itu menjadi kali terakhirnya.

"Kalau babah memang hobi dan senang olahraga, namun sempat vakum selama hampir satu tahun untuk pemulihan. Selama vakum itu babah lari pagi atau renang. Baru satu bulan ini bersepeda lagi selepas bertemu dengan komunitas sepeda, mungkin ada greget lagi ya," lanjut Erna.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved