Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Toko Layang-layang 530 Maganol Semarang Masih Eksis dan Tetap Jadi Incaran

Seperti halnya sebuah toko layang 530 Maganol Semarang masih ramai pembelinya.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
toko layang-layang 530 Maganol Semarang masih ramai pembelinya. 

Laporan wartawan Tribun, Saiful Ma'sum

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Layang-layang merupakan satu di antara bentuk permainan anak kecil.

Mainan yang terbuat dari bilahan bambu dirakit menjadi sebuah ragangan dan ditutup menggunakan kertas khusus layangan ini ternyata masih ramai diburu masyarakat.

Tempo dulu, permainan layang-layang merupakan permainan yang tidak ribet.

Siapa saja bisa memainkannya, hanya membutuhkan sebuah layangan yang diikat dengan benang ataupun senar dan bawalah ke tempat lapang mencari hembusan angin yang kencang.

Sampai ada nyanyiannya juga loh.

Dan kini, permainan layang-layang masih ada, baik pemainnya maupun penjualnya.

Seperti halnya sebuah toko layang 530 Maganol Semarang masih ramai pembelinya.

Toko layang yang berada di Jalan MT Haryono No.530 Sarirejo Semarang mempunyai setok layangan tak sedikit.

Toko yang berdiri sejak tahun 1970-an ini dirintis oleh sang kakek dari nol.

Dikatakan Chandra Juliyanto selaku cucu dari perintis toko ataupun anak dari penanggung jawab toko Mulyono Sentoso, toko layang-layangnya diawali dari jualan ala kadarnya.

Berawal dari 3-5 gulung benang dan hitungan jari layangan yang ada, toko layangan mulai dirintis.

"Dulu kakek kami yang memulai, sedikit demi sedikit hingga barang mulai bertambah," ujar Chandra Kamis, (11/10/2018) di toko.

Setelah tahun 95-an, toko diteruskan oleh anaknya Mulyono Sentoso setelah sang kakek meninggal.

Perkembangan toko, kata Chandra masih dibilang stabil.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved