Airport Corner

Dodi Akan Tingkatkan Kapasitas Bandara Dewadaru Dukung Pariwisata Karimunjawa

Dodi Akan Tingkatkan Kapasitas Bandara Dewadaru Dukung Pariwisata Karimunjawa

Dodi Akan Tingkatkan Kapasitas Bandara Dewadaru Dukung Pariwisata Karimunjawa
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Pesawat Wings Air mendarat di bandara Dewadaru Karimunjawa, 12 Oktober 2018 saat penerbangan perdana (regular) rute Semarang-Karimunjawa 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bandara Dewadaru segera kembangkan fasilitas bandara untuk dapat menampung wisatawan yang hendak berkunjung ke Karimunjawa.

Kepala Bandara Dewadaru, Dodi Dharma Cahyadi mengatakan tahapan selanjutnya setelah masuknya penerbangan reguler adalah memperpanjang landasan menjadi 1.400 meter.

Hal ini bertujuan agar pesawat ATR 72 600 yang terbang dari bandara Dewadaru dapat mengangkut 70 penumpang.

Kepala Bandara Dewadaru Dodi Dharma Cahyadi
Kepala Bandara Dewadaru Dodi Dharma Cahyadi (tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas)

"Penerbangan ini tiap hari. Maka untuk ATR 72 membutuhkan panjang landasan yang menjadi kekurangan kami yakni saat ini masih 1.200 meter. Tahun depan akan diperpanjang menjadi 1400 meter," jelas dia, usai menyambut penerbangan perdana Wings Air di bandara Dewadaru, Jumat (12/10/2018).

Peningkatan selanjutnya, kata dia, adalah pengembangan terminal bandara. Saat ini kapasitas terminal bandara hanya dapat menampung 15 penumpang.

Kondisi apron bandara Dewadaru hanya bisa memuat dua pesawat yakni berjenis ATR 72-600 milik Wings air , dan pesawat perintis milik Airfast
Kondisi apron bandara Dewadaru hanya bisa memuat dua pesawat yakni berjenis ATR 72-600 milik Wings air , dan pesawat perintis milik Airfast (tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas)

"Hal ini perlu pengembangan lagi. Nanti bergulir semuanya. Artinya komitmen kami mendukung pengembangan bandara tersebut terutama safety (keamanan)nya," jelas dia.

Ia mengatakan apron terminal juga akan dikembangkan. Dimana saat ini apron hanya bisa menampung dua pesawat.

"Saat ini hanya ada ATR 72 600 dan pesawat milik airfast. Jadi yang utama memperpanjang runway, dan mengembangkan terminal," pungkasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved