Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Setelah Legalkan Aborsi, Queensland Akan Legalkan Industri Seks Komersil

Setelah berhasil melegalkan aborsi, Pemerintah Queensland kini menargetkan akan melegalkan industri seks komersial.

Tayang:
Editor: m nur huda
Businessinsider
Ilustrasi PSK 

TRIBUNJATENG.COM - Setelah berhasil melegalkan aborsi, Pemerintah Queensland kini menargetkan akan melegalkan industri seks komersial.

Seorang juru bicara dari kantor Kejaksaan Agung Queensland membenarkan wacana kemungkinan dekriminalisasi profesi pekerja seksual yang saat ini sedang dibahas antara Jaksa Agung dan Menteri Kepolisian.

Ini adalah perubahan yang mengejutkan mengingat enam bulan yang lalu Menteri Kepolisian Mark Ryan mengatakan kepada ABC bahwa pemerintah Queensland tidak ada berencana untuk mendekriminalisasi pekerjaan seks komersial.

Wacana ini memang sudah masuk dalam agenda pembahasan rapat kerja Partai buruh di tingkat negara bagian Queensland bulan lalu.

"Pemerintah telah memulai proses untuk merujuk pertanyaan tentang dekriminalisasi industri pekerja seks dan pembentukan kerangka peraturan baru untuk Komisi Reformasi Hukum Queensland," kata Ryan.

Dia mengatakan, Jaksa Agung memiliki kewenangan untuk merujuk pertanyaan-pertanyaan itu ke komisi.

Kelompok advokasi pekerja seks Respek telah memperbarui seruannya untuk dekriminalisasi industri pekerja seks komersial setelah kasus pengadilan awal bulan ini menyoroti betapa rentannya pekerja seks terhadap kejahatan.

Pria dituduh melakukan penipuan

Di Queensland untuk pertama kalinya, seorang pria dihukum karena melakukan penipuan oleh pengadilan Brisbane setelah dua pekerja seks melaporkannya ke polisi lantaran dia tidak membayar layanan yang sudah diterimanya.

Direktur Respect, Elena Jeffreys mengatakan hukum yang berlaku di Queensland saat ini tidak kondusif bagi pekerja seks yang melaporkan kejahatan dan kondisi itu menempatkan mereka dalam posisi yang sulit.

"Dua wanita yang mengajukan keluhan ini bertekad agar pria ini tidak lolos dari jerat hukum sehingga tidak bisa merugikan lebih banyak pekerja seks," kata Jeffrey.

"Kami tahu bahwa dia telah menipu setidaknya lima pekerja seks komersial lainnya di Queensland selama periode yang sama."

Kedua wanita yang melaporkan kasus ini ke pengadilan sudah berusia dewasa, berpengalaman dalam berurusan dengan polisi dan tahu risiko mengambil tindakan, kata Jeffrey.

"Pekerja seks yang melaporkan kejahatan memiliki pengalaman buruk di Queensland dari hanya diminta pergi hingga akhirnya mereka yang justru ditangkap polisi."

Meskipun kasus penipuan ini adalah bentuk kemenangan, dan melihat perempuan diperlakukan dengan hormat oleh polisi dan pengadilan, ini menyoroti perlunya mendekriminalisasi industri pekerja seks, kata Jeffrey.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved