Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nursyamsiah Mertua Nikita Mirzani Meninggal Dunia

Ibu mertua Nikita Mirzani itu merupakan istri dari Abdul Latief, mantan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Kolase Grid.ID/Corry Wenas dan Instagram @nikitamirzanimawardi_17
Dipo Latief dan Nikita Mirzani 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM- Kabar duka datang dari keluarga Dipo Latief.

Ibu mertua dari Nikita Mirzani, Nursyamsiah telah meninggal dunia pada Senin (29/10).

Kabar meninggalnya Nursyamsiah disampaikan oleh pengguna Instagram Catharina Latjuba.

"Innalillahi wa Innaillahi rojiun, selamat jalan Bunda Nur. Turut berduka sedalam-dalamnya @dinarich @dipoditiro @mdlatief @rharjani @kenisharh @kalistaharjani," tulisnya.

Namun, hingga kini belum ada keterangan lanjut mengenai penyebab meninggalnya Nursiah.

Baca: BERITA LENGKAP: Inilah Berita Lengkap dan Kronologi Lion Air Hilang Kontak

Baca: Sebelum Pesawat Lion Air Jatuh, Pilot Sempat Minta Kembali ke Bandara Soekarno-Hatta

Baca: TRAGIS! Tiga Bocah Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Israel

Baca: Tutup Akun Instagram, Netizen Bikin Cuitan Lucu Hingga Sebut Awkarin Ikut Tes CPNS

Ibu mertua Nikita Mirzani itu merupakan istri dari Abdul Latief, mantan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

Dari pernikahannya dengan Abdul Latief, Nursyamsiah melahirkan Dina Latief Harjani, Ahmad Dipo Ditiro dan Medina Latief.

Abdul Latief merupakan putra dari pasangan perantau Minang Mohammad Latief dan Sitti Rahmah yang berasal dari Pasa Gadang, Padang, Sumatera Barat.

Latief merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta.

Semasa kuliah ia telah bekerja di Toserba Sarinah.

Disini ia dipercaya untuk mempelajari manajemen toko serba ada Seibu, Jepang.

Baca: Dituduh Cabul, Bocah Kelas 2 SD Diikat dan Ditelanjangi

Baca: Remaja Ini Mengaku Diperkosa Paman, Sepupu dan Iparnya

Baca: Arab Saudi Janjikan Investigasi Penuh Pembunuhan Jamal Khashoggi

Baca: Fotonya dengan Jokowi Terlihat Akrab, Fahri Hamzah: Beliau Baik tapi Lepas Kendali

Sepulangnya dari Tokyo ia hendak mengembangkan konsep pemasaran yang dipelajarinya ke dalam konsep pemasaran "Sarinah". Namun atasannya tidak berkenan dengan konsep yang ia tawarkan itu.

Keluar dari Toserba Sarinah, Latief memberanikan diri untuk menjadi pengusaha dengan mengembangkan toserbanya sendiri.

Untuk itu, langkah pertama yang ia lakukan adalah membeli sebuah toko kecil di Grogol, Jakarta. Pada tahun 1974, Latief mendirikan PT Indonesia Product Centre Sarinah Jaya. Perusahaan ini mengelola swalayan yang memasarkan produk-produk industri kecil.

Setahun kemudian, ia membuka cabang di Singapura. Pada tahun 1981, Latief memodernisasi swalayannya dengan membangun Pasaraya departement store.

Pada tahun 2001 ia merambah bisnis media dengan mendirikan jaringan televisi Lativi.

Kini Abdul Latief masuk ke dalam jajaran konglomerat Indonesia yang cukup sukses. Di bawah bendera ALatief Corporation, ia mengelola bisnis periklanan, agrobisnis, hotel, asuransi, properti, konstruksi, eceran, dan media massa.

Kini kegiatan bisnisnya banyak ditangani oleh putra-putrinya, Medina Latief Harjani dan Ahmad Dipo Ditiro. (*)

Baca: VIDEO VIRAL! Tanah di Kanada Bisa Bernapas Ini Penjelasan Ilimiahnya

Baca: 4 Tips Mengerjakan Soal Tes SKD CPNS 2018 Dari Kemenpan RB

Baca: Begini Persamaan Prabowo dengan Soekarno dan Jenderal Soedirman Menurut Faldo Maldini

Baca: Tanggapi Cucu Bung Hatta Gustika Jusuf soal Sandiaga Uno, Dahnil Anzar: Itu Keliru

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved